32 Negara Siap Ramaikan SIAL Interfood 2017

adv & adv , CNN Indonesia | Jumat, 17/11/2017 19:04 WIB
32 Negara Siap Ramaikan SIAL Interfood 2017
Jakarta, CNN Indonesia -- Pekan Raya Internasional tentang bahan makanan dan minuman Salon International d’almentation (SIAL) Interfood 2017 siap digelar. Total 825 perusahaan dari 32 negara ikut ambil bagian dalam ajang yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada 22 hingga 25 November 2017.

“Tahun ini jumlah pesertanya mengalami peningkatan sekitar 12 persen. Tahun lalu hanya ada 27 ribu lebih orang dari jumlah pendaftar online. Tahun ini mencapai 50 ribu mendaftar atas nama perusahaan dan individu untuk datang ke SIAL Interfood 2017,” ucap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti di Jakarta , Kamis (16/11).

Industri kuliner merupakan pengembangan dari industri kreatif yang melibatkan peran berbagai elemen dan dapat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian nasional.

“Kuliner sendiri pada tahun 2015 menyumbang 30% dari total pendapatan sektor wisata. Untuk memajukannya, dibutuhkan transfer pengetahuan teknologi berstandar global di bidang makanan dan minuman,” ujarnya.

Di kesempatan sama, ketua penyelenggara Daud D. Salim mengatakan, SASIL Interfood 2017 kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Dia menyebut, Pihaknya membuat ajang dengan konsep utama berbasis platform B2B yang berdedikasi untuk industri makanan dan minuman ASEAN dan Indonesia.

“Pada penyelenggaraan di tahun ke-17 ini, tentu akan berbeda. Selain pameran juga ada kompetisi. Untuk pertama kalinya juga akan ada kompetisi gelato, masak memasak, barista, roasting, serta cara menyajikan makanan,” ujarnya.

Daud juga menyebut, tren masyarakat saat ini akan mencari makanan yang cenderung lebih sehat, higienis dan enak dimakan. Karenanya tren kota besar malah menginginkan makanan yang langsung siap disantap.

“Sedangkan untuk tren di perkotaan, semakin hari semakin menginginkan makanan yang cepat siap santap. Tapi juga yang sehat dan higienis. Seperti di Jepang, di setiap rumah makan cepat saji itu ada nasi yang di dalamnya ada rumput laut dan onigiri. Semua disajikan secara cepat dan bergizi serta masa kadarluarsanya juga cepat,” ujarnya.

Pameran SIAL Interfood 2017 memberikan berbagai macam peluang bisnis, bagi peserta pameran yang datang dari seluruh dunia. Melalui platform ini, mereka bisa mempromosikan produk serta menawarkan platform yang optimal, bagi pengunjung dan peserta pameran untuk bertemu, berbisnis dan menemukan solusi untuk kebutuhan bisnis mereka.

Selain itu, pameran juga akan menjadi pilihan yang tepat untuk perdagangan, serta bagi pengunjung di bidang bisnis makanan dan minuman yang ingin menemukan inovasi baru. Untuk mendapatkan tiket masuk pameran, para pengunjung dapat mendaftar secara online di https://sialinterfood.com/online/.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia sedang menuju destinasi wisata kuliner terfavorit di dunia yang berdaya saing melalui upaya-upaya yang terus dilakukan termasuk promosi ke luar negeri dan di dalam negeri berupaya meningkatkan rasa cinta dan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional nusantara.

Dia menuturkan, kuliner Indonesia terbukti memiliki daya tarik yang besar, apalagi dengan dinobatkannya rendang sebagai salah satu makanan terlezat di dunia.

“Hal ini membuktikan bahwa kuliner Indonesia disukai serta siap menjadi salah satu faktor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya dalam hal bisnis skala kecil,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ia mencatat sektor kuliner memberikan kontribusi nilai tambah bruto sebesar Rp208,6 triliun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,5%. Sektor kuliner juga menyerap tenaga kerja sebesar 3,7 juta orang dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,26%.

Unit usaha yang tercipta dari sektor kuliner tercatat sebesar 3,0 juta dengan rata-rata pertumbuhan 0,9%.

“Saat ini wisata kuliner bukan fenomena sesaat, tapi telah menjadi daya tarik dan tujuan utama berwisata ke suatu destinasi,” tukas Menpar Arief Yahya.