FOTO: Menjelang Kematian di Kediaman

REUTERS, CNN Indonesia | Selasa, 21/11/2017 19:52 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pasien pengidap sakit berat di Jepang memilih menghabiskan hari-hari terakhir di rumah. Selain karena faktor finansial, juga inginkan kemudahan.

Katsuo Saito (89), pengidap leukaemia, memilih menghabiskan hari-hari tua di kediamannya di Tokyo. Suatu kali, ia dipotret saat menggunakan ponsel di atas tempat tidurnya. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Saito menjadi satu di antara sejumlah lansia dan pasien pengidap sakit berat lainnya di Jepang yang memilih rawat jalan di rumah. Ia terhubung dengan tombol alarm personal yang dapat memanggil perusahaan pengamanan yang memonitor kondisinya. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Yasuda Toyoko (95), pengidap kanker lambung dan juga demensia, tinggal di kediaman putrinya Terada di Tokyo. Terada memilih menjaga ibunya di rumah karena ia percaya rumah sakit membuat ibunya melemah dan tak membaik karena sakit yang dideritanya. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Mitsuru Niinuma (69), pengidap kanker paru-paru juga memilih berada di rumah. Ia dirawat atau dipijat terapisnya di rumah dengan kamar yang didekorasi puzzle. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Dengan dirawat di rumah, Mitsuru Niinuma juga bisa bermain dengan anjing piaraannya Rin. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon) 
Beristirahat di rumah juga jadi piilhan Yasuhiro Sato (75), pasien yang mengidap kanker paru-paru. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Sehari sebelum kematiannya, Yasuhiro Sato diperiksa dokter Shima Onodera dari klinik Yamato. (REUTERS/Toru Hanai)
Sato memilih menghabiskan hari terakhirnya di rumah karena tak bisa membayar sewa kamar rumah sakit swasta yang tak terjangkau. Ia meninggal dunia ditemani dokter dan perawat. Seorang petugas pengurus pemakaman memberi penghormatan pada peti jenazah Sato di Tokyo, Jepang, (13/9). (REUTERS/Toru Hanai)