Cerita Kikuo Ibe di Balik Temuannya akan Jam Ternama

Rahman Indra , CNN Indonesia | Sabtu, 16/12/2017 18:57 WIB
Cerita Kikuo Ibe di Balik Temuannya akan Jam Ternama Berkunjung ke Jakarta, Kikuo Ibe 'Bapak G-Shock' mengungkapkan bagaimana ia menggagas pembuatan jam yang kemudian terkenal sebagai yang tahan banting. (Foto: Tookapic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Inovasi atau penemuan selalu datang dari pengalaman tak terduga. Itu juga yang dialami Kikuo Ibe.

Suatu kali, ia merasa sangat sedih ketika jam tangan kesayangannya yang diberikan ayahnya jatuh ke lantai dan hancur berkeping-keeping. Jam tangan bisa mudah rusak akibat guncangan dan dianggap sebagai barang sensitif yang perlu diperlakukan dengan hati-hati.

Melalui pengalamannya itu, Ibe berfikir untuk menciptakan jam tangan yang tahan terhadap guncangan, yang tidak akan rusak meski terjatuh. Butuh dua tahun dan 200 prototipe untuk kemudian ia mampu melahirkan jam tangan yang benar-benar kuat.


"Inovasi dalam diri setiap orang bukan diberikan sejak lahir, tapi inovasi itu dibangun," ujarnya dalam gelaran bertajuk 'G-Shock: Inovate, Level Up Your Life' di Plaza Kuningan.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa dari pengalaman yang telah dilewati, setiap orang akan berproses, dan akan mengenali masalah-masalah yang ada dan berusaha untuk berinovasi demi mencapai solusi.

Cerita Kikuo Ibe di Balik Temuannya akan Jam TernamaKikuo Ibe (kedua dari kiri) saat berbagi cerita di Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/MarcellinaEndah)

Hindari media sosial

Temuan Kikuo Ibe akan jam tangan G-Shock pada 1983 membuatnya dijuluki 'The Father of G-Shock’. Meski demikian, sebagai inovator, Ibe merasa tidak puas dan akan berinovasi kembali untuk menciptakan jam tangan yang bisa digunakan di luar angkasa.

Kemampuannya untuk menciptakan hal baru tidak membuat Ibe berkeinginan menggunakan smart phone, dan juga media sosial.


Alasannya, Ibe tidak ingin menerima informasi yang tidak benar, apa lagi akhir-akhir ini banyak informasi salah yang tersebar. Ibe merasa waktunya akan berkurang jika bermain media sosial, ia ingin menikmati waktunya dengan menerima informasi yang ia lihat dan ia dengar langsung. Dengan begitu Ibe merasa mendapatkan energi baru.

Dalam kesehariannya, kini ia berusaha menginspirasi anak muda untuk juga mau berinovasi dan memberikan semangat kepada mereka untuk tidak menyerah. “Never, Never, Never Give Up”, setiap mengucapkan kata tersebut Ibe juga menjadi termotivasi, sehingga ia memiliki semangat untuk menciptakan hal baru.

Penyuka nasi padang ini juga memiliki sosok yang menginspirasinya. Sosok tersebut adalah Albert Einstein, baginya Einstein merupakan seorang ahli yang sangat menginspirasi karena Einstain tidak hanya ahli dalam satu ilmu tapi banyak ilmu.

Sosok Eintein-lah yang membuat Ibe membawa semangat patang menyerah dalam mewujudkan keinginannya untuk membawa kemajuan di kehidupannya dan orang-orang sekitar.

Kikuo Ibe telah bekerja selama lebih dari 40 tahun di Casio, dan saat ini berperan sebagai Advisory Engineer for Product Strategy Planning, Timepiece Product Division. Dalam periode tersebut, ia bekerja bersama timnya untuk mengembangkan lebih dari 3.200 model dan warna jam G-shock. Jumlah yang fantastis dan kemudian digemari di berbagai negara di dunia.  (cel/rah)