Dalam dongeng anak, Kutub Utara dikisahkan menjadi tempat tinggal Sinterklas. Nyatanya, kawasan ini juga menyimpan "harta karun" berupa ladang minyak yang sangat kaya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kuburan hewan purba yang belum tereksplorasi sepenuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia, Kanada, Norwegia, Denmark, dan AS mengklaim kalau kawasan tersebut berhak mereka eksplorasi. Sementara komunitas pecinta lingkungan melarang kegiatan manusia di sana demi kelestarian alamnya.
Pada dasarnya, ada aturan yang menetapkan kalau setiap negara yang berbatasan dengan Lingkar Arktik bisa mengeksplorasi ladang minyaknya sejauh 200 mil dari garis pantai negara tersebut. Plus, ada aturan tidak boleh sampai merusak alamnya.
[Gambas:Instagram]
Kutub Utara memang bersuhu dingin. Tapi, dinginnya masih terbilang biasa saja jika dibandingkan dengan Kutub Selatan. Kutub Utara bisa bersuhu -0 derajat Celcius. Namun, di Kutub Selatan suhunya bisa mencapai -24 derajat Celcius.
[Gambas:Instagram]
Kutub Utara juga masih memiliki musim panas di bulan Juli. Oleh karena itu, masih terlihat ada kehidupan di sana, tepatnya di area yang berbatasan dengan utara Kanada dan Alaska. Turis juga masih bisa berkunjung, karena banyak agen perjalanan wisata yang menawarkan paket wisata musim dingin sepanjang tahun di sini.
[Gambas:Instagram]
Rubah, rusa, sampai paus berhabitat di Kutub Utara. Kalau berharap menemukan penguin, maka Kutub Selatan ialah tempatnya.
Jangan takut kedinginan saat berada di Kutub Utara. Di Alaska, turis bisa berendam di mata air panas Chena Hot Springs. Berendam air hangat dengan pemandangan Kutub Utara tentu saja bakal menjadi pengalaman wisata yang unik.
Bagi yang gemar berolahraga, ada juga Maraton Kutub Utara yang berlangsung setiap tahunnya.
Sayangnya, saat ini Kutub Utara menghadapi ancaman pemanasan global, sehingga tebing es yang membingkai alamnya mulai meleleh. Kalau tak segera diatasi, maka dongeng Sinterklas bisa ikut punah bersama fosil hewan purba yang terkubur di dalam tanahnya.
(ard)