Mengakali hal tersebut, sekelompok anak muda di Negeri Kiwi itu menggelar pesta di tengah pulau buatan di Selat Coromandel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami melakukan hal ini hanya untuk lucu-lucuan,” kata salah satu penyelenggara pesta tersebut, Leon Hayward.
Bersama lima temannya, Hayward membuat pulau buatan itu dari bebatuan yang berada di pinggiran pantai.
Mereka juga menempatkan bangku dan meja plastik untuk menaruh gelas dan camilan. Kotak berisi es juga ikut dibawa.
Pulau buatan itu selesai dibuat dalam waktu enam jam.
[Gambas:Instagram]
Wali Kota Thames-Coromandel, Sandra Goudie, mengaku terkesan dengan cara sekelompok anak muda itu merayakan Tahun Baru.
“Saya pribadi merasa terkesan dengan kreativitas mereka. Mereka menggelar pesta tanpa menganggu orang lain, itu yang terpenting,” kata Goudie.
Minum alkohol di publik saat hari libur nasional menjadi aktivitas yang terlarang di kawasan Coromandel sejak tahun 2003.
Aturan tersebut berlaku mulai dari 23 Desember sampai 6 Januari, demi menghindari perkelahian atau tindak kriminal lain yang disebabkan terlalu banyak minum alkohol.
Orang yang ketahuan menyesap minuman alkohol di publik pada tanggal-tanggal tersebut bakal dikenakan denda sebesar US$180 (sekitar Rp2,4 jutaan) per orang.
(ard)