Pulau Komodo memang tak lagi sepi. Sejak beberapa tahun yang lalu, pulau yang dikelilingi perairan cantik ini ramai dikunjungi turis. Ada yang memang berniat untuk melihat komodo dan ada juga yang berniat menyelam di perairannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, memang ada perubahan perilaku. Misalnya dulu ada orang mendekat maka komodo lari menjauh, sekarang tidak," ujar Sudiyono.
Setiap hari, Sudiyono dan timnya melakukan pemantauan perilaku komodo. Selain untuk keamanan pengunjung, hal tersebut juga dilakukan demi keberlangsungan hidup komodo di Taman Nasional Komodo.
[Gambas:Instagram]
Pemantauan tersebut juga dilakukan bersama peneliti kehewanan. Jika memang ada perubahan perilaku komodo karena keberadaan turis, maka pihak Taman Nasional Komodo akan melakukan evaluasi kawasan dan jumlah kunjungan.
Saat ini, turis hanya diizinkan melihat kawanan komodo di kawasan Loh Liang dan Loh Buaya.
[Gambas:Instagram]
“Kami juga sedang merundingkan untuk menyebar turis ke berbagai titik, agar keramaian tidak menumpuk di satu titik,” kata Sudiyono.
Sepanjang tahun 2017, sebanyak 120 ribu turis domestik dan mancanegara telah berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Sebanyak 60 persen jumah kunjungan tersebut didominasi oleh turis mancanegara.
(ard)