Prosedur 'Memutihkan Kemaluan' Pria Populer di Thailand

Rahman Indra, CNN Indonesia | Sabtu, 06/01/2018 01:01 WIB
Prosedur 'Memutihkan Kemaluan' Pria Populer di Thailand Warga Thailand dibuat heboh ketika salah satu kliniknya di Bangkok, Lelux Hospital menawarkan terapi 'memutihkan penis' dengan laser. (Foto: Pexels/Wesley Wilson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Thailand dibuat heboh ketika salah satu kliniknya, Lelux Hospital menawarkan terapi 'memutihkan penis' dengan laser.

Bahkan, klinik di Bangkok itu menyebutkan ada 100 pria yang sudah menjalani tindakan dengan laser tersebut. Dilansir dari News, pada Jumat (5/1), tren memutihkan penis ini menuai banyak kecaman di media sosial. 

Lelux Hospital sebelumnya memang dikenal sebagai salah satu klinik yang spesialisasi akan perawatan pemutihan kulit. Klinik ini mulai menawarkan perawatan 'memutihkan penis' bagi publik yang mengeluhkan bagian 'gelap' di organ intimnya sejak enam bulan lalu.



"Banyak orang bertanya akan treatment itu (memutihkan penis). Kami menerima 100 klien sebulan, tiga sampai empat sehari," ujar Bunthita Wattanasiri, manajer departmen Skin and Laser di Lelux Hospital pada AFP, seperti dilansir News.

Adapun prosedurnya, yang menggunakan laser pemutih, mendapat perhatian publik ketika salah satu gambar pasien yang sedang mendapatkan pengobatan tayang di televisi dan media sosial.

[Gambas:Instagram]

"Kita harus berhati-hati akan bagian sensitif dari tubuh," ujar Wattanasiri. Ia menambahkan, prosedur pemutihan ini menggunakan laser yang berukuran sangat kecil. 

Ia mengungkapkan pasiennya rata-rata berusia 22 sampai 55 tahun, dari kalangan LGBTI Thailand.


Namun, bagi yang ingin mendapatkan prosedur 'janggal' ini tidaklah murah. Untuk lima sesi prosedurnya dihargai senilai US$650 (atau Rp8,7 juta).

"Saya pikir body treatment ini pasar yang bagus, baik bagi pria maupun juga wanita," ujar Wattanasiri.

Di media sosial, seperti Facebook, hal ini mendapat berbagai tanggapan miring. Di antaranya mengatakan: "Kenapa orang tak puas dengan apa yang mereka miliki?". Sementara, salah satu komentar lainnya, dari Parin Ruansati mempertanyakaan, "kenapa bisa ada perawatan ini" Namun, ada juga yang merespons: "kenapa tidak?" 

Ini bukan kali pertama bagi Lelux Hospital membuat kontrovesi. Sebelumnya, tahun lalu klinik itu juga membuat publik heboh ketika mereka menyodorkan prosedur 'Vagina 3D' yang membuat organ intim perempuan menjadi lebih berisi. (rah/rah)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA