Lima Hari Diet Keto, Buat 'Trauma' Seumur Hidup

Christina Andhika Setyanti , CNN Indonesia | Sabtu, 13/01/2018 10:48 WIB
Lima Hari Diet Keto, Buat 'Trauma' Seumur Hidup ilustrasi (Thinkstock/Design Pics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai melahirkan, kebanyakan perempuan punya pertanyaan yang sama, bagaimana caranya bisa kembali langsing.

Pertanyaan ini pun juga muncul di benak Cassandra (bukan nama sebenarnya), seorang ibu satu putri yang juga seorang karyawan di perusahaan swasta di Jakarta.

"Jadi setelah melahirkan dua tahun lalu, berat badan susah banget kembali ke normal," kata Cassandra kepada CNNIndonesia.com.
"Akhirnya diputuskan untuk keto, karena lagi tren."

Dia mengaku untuk menjalankan program diet keto, dia hanya boleh mengonsumsi daging, telur, keju, dan alpukat saja.

"Awalnya enggak ada masalah, tapi sampai di hari ketiga, badan mulai terasa enggak enak."

"Tapi saya baca-baca katanya efek keto awalnya memang badan rasanya enggak enak dulu karena masa adaptasinya."

Dia merasa pusing, tak enak badan, sampai sulit tidur di malam hari. Hanya saja saat itu, Cassandra masih merasa hal tersebut adalah tantangan biasa yang harus dialaminya demi bisa langsing dengan cepat. Dia pun memutuskan untuk mengabaikan isyarat tubuhnya yang sudah mulai 'memberontak.'

Perempuan yang bekerja di bidang lifestyle ini pun melanjutkan dietnya. Sayang, di hari kelima, tubuhnya seolah tak lagi bisa menahan beban.

"Badan makin drop," katanya.

"Ternyata dari hari keempat sudah demam tapi saya tidak sadar. Di hari kelima makin demam."

Lagi-lagi, dia mengabaikan sinyal dari tubuhnya. Dia nekat menjalankan diet dan tetap pergi ke kantor.

"Karena saya pikir ini biasa, saya tetap ngantor dengan menahan pusing, demam, dan tulang yang sudah pada ngilu-ngilu."
"Balik dari kantor, saya langsung ke rumah sakit dan cek darah."

Saat diperiksa, dia pun menjelaskan kepada sang dokter bahwa dia tengah menjalankan diet keto.

"Kata dokter, bisa jadi karena keto. Tapi sebenarnya keto itu sehat tapi tergantung kondisi badannya."

"Mungkin sebelum keto, kondisi badan saya sudah drop duluan, jadi saat diet keto asupan makan terbatas badan jadi semakin drop dan jadi komplikasi demam berdarah dan tipes," ujarnya.

Saat itu, Cassandra harusnya dirawat di rumah sakit, tapi dia memutuskan untuk tak mau menginap di rumah sakit.

"Kasian anak saya."

Usai mendapat diagnosis dokter, saat itu juga Cassandra pun langsung menghentikan diet keto yang dijalankannya.

"Saat itu saya langsung makan capcay, karena keto tidak boleh makan sayur, hampa sekali hidup saya tanpa sayur," katanya sembari tertawa.

Dia pun mengenang pertemuan pertamanya kembali dengan sayur setelah lima hari diet keto. Dia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya dia pernah mencoba melakukan diet sayur, namun tak merasa selemas saat harus diet keto.

"Diet keto sepertinya tidak cocok dengan metabolisme saya."

"Ogah banget keto lagi, saya insyaf," ujarnya setengah bercanda.
Tak cuma diet keto, Cassandra ternyata juga sempat mencicipi beragam jenis diet lainnya, namun pada akhirnya dia pun sampai pada kesimpulan dan sikap yang diambilnya.

"Sampai saat ini saya belum diet lagi, tapi cuma mulai mengurangi makan manis-manis dan tidak makan malam. Itu sih sampai sekarang yang paling aman buat saya," ucapnya.

"Walaupun tidak terasa penurunan berat badannya, tapi setidaknya berat badan enggak naik."

"Intinya jangan diet hanya karena ikuti tren karena belum tentu cocok sama tubuh kita. Dan kalau mau diet banyak-banyaklah tanya sama ahlinya bukan cuma dari forum-forum saja." (chs/chs)