Mandi Setahun Sekali, Perempuan Taiwan Diceraikan Suami

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 18/01/2018 07:10 WIB
Seorang pria Taiwan menceraikan istrinya karena tak lagi tahan sang istri hanya mandi setahun sekali. Seorang pria Taiwan menceraikan istrinya karena tak lagi tahan sang istri hanya mandi setahun sekali. (Foto: Takmeomeo/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perceraian di kalangan selebritis kadang dipandang sebagai sesuatu yang biasa saking kerapnya. Alasannya pun beragam, mulai dari perselingkuhan, sudah tidak menemukan kecocokan atau kekerasan dalam rumah tangga. Namun, kabar perceraian kali ini bisa dibilang aneh meski tak berkaitan dengan kehidupan dunia artis.

Mengutip dari Oddity Central, seorang pria di Taiwan telah melayangkan gugatan cerai terhadap istrinya. Ia mengklaim mengalami siksaan psikologis karena sang istri, Lin, tak bisa menjaga kebersihan dirinya. Lin disebut hanya mandi setahun sekali dan keramas atau gosok gigi jika ada kesempatan tertentu.

Kebiasaan Lin ini sangat dipertanyakan. Saat mereka masih berpacaran, Lin hanya mandi seminggu sekali, tapi kebiasaan ini semakin parah setelah mereka menikah. Awalnya mandi bersifat mingguan, kemudian bulanan, enam bulan sekali dan akhirnya ia mulai mandi setahun sekali. Hal ini membuat si pria tak tahan. Bahkan, pasangan ini melakukan hubungan intim hanya setahun sekali sehingga mereka belum memiliki anak hingga kini.



Fakta aneh lainnya, pasangan ini tidak bekerja. Lin meminta sang suami tidak bekerja agar bisa menjaga ayahnya yang sudah tua. Padahal, pria ini menuturkan pada Taipei Times bahwa dirinya punya kesempatan bekerja sebagai petugas keamanan gedung. Segala kebutuhan mereka dipenuhi oleh ibu Lin.

"Kami tetap miskin, tak ada satu pun dari kami yang bekerja," kata pria ini dikutip dari Oddity Central (16/1).

Lebih lanjut, ia pun sulit membayar asuransi kesehatan sehingga ia tak bisa menikmati fasilitas kesehatan termasuk pergi ke dokter gigi.

Akhir 2015, pria ini menemukan pekerjaan di Hsinchu. Lin pun muncul dan meminta suaminya keluar. Kemudian, pria ini pun menggugat cerai Lin. Gugatan cerai telah dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Taipei.


Di sisi lain, Lin menolak gugatan cerai. Ia mengklaim bahwa suaminya berbohong dan orang tuanya menganggap suaminya sebagai anak sendiri. Dia berkata bahwa tujuannya ke tempat kerja sang suami karena dia tidak menjawab telepon. Ibu Lin berkata pada Taipei Times bahwa dirinya secara berkala mengirim uang karena mereka lama menganggur. Dia tak pernah mau mensubsidi pengeluaran mereka.

Pengadilan mendukung keinginan si pria karena pasangan ini punya kebiasaan aneh soal pekerjaan, pekerjaan rumah, dan kebersihan. belum lagi mereka sudah pisah ranjang selama dua tahun bisa jadi bukti bahwa pernikahan mereka tak berjalan baik. Hakim pun mengabulkan perceraian. (rah/rah)