Nostalgia Empat Dekade 'Space Invaders' dalam Pameran Canggih

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 19:36 WIB
Nostalgia Empat Dekade 'Space Invaders' dalam Pameran Canggih Video game Space Invaders ditayangkan di kaca gedung pencakar langit Tokyo. (AFP PHOTO / Kazuhiro Nogi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawanan alien terlihat berkumpul di Tokyo pada Rabu (17/1). Tak berapa lama, kawanan itu bubar jalan setelah diserbu tembakan. Sebelum panik, ketahuilah bahwa alien dan tembakan itu merupakan grafis dalam video game Space Invaders yang disiarkan di kaca gedung pencakar langit tertinggi di Jepang.

Instalasi video itu disiarkan dalam rangka ulang tahun Space Invaders yang ke-40 pada tahun ini. Empat dekade lalu, Tomohiro Nishikado menciptakan permainan ini yang kemudian mengukir sejarah dalam perkembangan budaya pop dunia.

Tak hanya instalasi video, hari lahir Space Invaders juga dirayakan dengan pameran bertajuk ‘Play! Space Invaders!’ yang digelar di gedung pencakar langit Tokyo City View lantai 52F mulai 12 Januari sampai 31 Januari 2018.

Harga tiket masuk ke pameran ‘Play! Space Invaders!’ mulai dari Rp216 ribuan per orang.

Masuk ke dalam ruang pamerannya, pengunjung disajikan sejarah perkembangan Space Invaders dalam media yang serba canggih dan interaktif.

Salah satunya ialah bisa bermain video game langsung di kaca gedung pencakar langit.

Bagi yang ingin bernostalgia, bisa juga memainkannya melalui konsol-konsol jadul yang tersebar di sudut ruang pameran.

Salah satu pengunjung yang datang ialah Keiji Ishihara, ayah dua anak yang saat ini telah berusia 50 tahun. Ia mengaku mengenal Space Invaders sejak umur 10 tahun.

[Gambas:Instagram]

“Saat dirilis, video game ini sangat populer di Tokyo, semua anak memainkannya. Kecuali saya, yang saat itu tidak bisa membeli konsolnya,” kata Keiji sambil tersenyum melihat anaknya yang sedang bermain di salah satu konsol dalam pameran.

“Pameran ini sangat menakjubkan, bagai pameran di dunia fiksi ilmiah,” lanjutnya.

Tomohiro mengatakan kalau saat Space Invaders dirilis pada tahun 1978, belum banyak perusahaan video game di Jepang.

“Saat itu, teknologi komputer belum sepopuler sekarang. Bisa dibilang, saya menciptakan video game ini dengan susah payah. Tapi saya cukup bangga bisa melihat pengaruhnya sekarang,” ujar Tomohiro.

Takayuki Taketa (46), mengaku kalau dirinya pertama kali bermain Space Invaders di kelab bowling.

Setelah berbincang dengan Tomohiro, ia lalu ditawari menjadi Direktur Kreatif video game ini.

“Sangat menyenangkan melihat banyak orang kembali memainkan video game ini,” kata Takayuki.

“Saya senang melihat ekspresi orang saat memainkannya, dan setelah usaha kami merilis video game ini empat dekade yang lalu,” pungkasnya.

(ard)