Padahal, musim panas atau wisata di Asia merupakan musim terbaik untuk mengenakan baju santai yang serba pendek demi mengenyahkan hawa gerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti mengatakan kalau menepuk nyamuk sampai mati membuat nyamuk trauma dan enggan hinggap ke kulit sang penepuk.
“Nyamuk terbilang cukup pintar. Mereka bisa mendeteksi dan menghindari bahaya yang membahayakan nyawa mereka. Mereka belajar dengan cepat bahwa sang penepuk merupakan hal yang harus dihindari,” tulis salah seorang peneliti dalam laporan yang diterbitkan oleh Current Biology, seperti yang dikutip dari Travel and Leisure.
Selain tepukan, nyamuk juga trauma dengan bau badan sang penepuk. Mereka akan kembali hinggap jika sudah lupa dengan trauma yang dialamu.
Dikutip dari TripSavvy, studi lain mengatakan bahwa nyamuk lebih senang menggigit pria dibanding wanita. Mereka juga lebih memilih menggigit orang yang kelebihan berat badan.
Berikut ini ialah beberapa cara lain untuk menghindari gigitan nyamuk saat berwisata:
1. Kenakan pakaian berwarna kulit atau netral, karena nyamuk gemar hinggap di permukaan yang berwarna gelap atau terlalu terang.
2. Tutup jendela dan pintu menjelang sore. Walau matahari belum turun, namun nyamuk sudah mulai mencari mangsa.
3. Nyamuk gemar berkumpul di tempat berair. Segera tutup pintu kamar mandi setelah menggunakannya.
4. Cecak, kadak, dan kodok merupakan pemangsa nyamuk. Jika menemukan kadal di halaman atau teras penginapan, jangan disingkirkan.
5. Jika kulit terus iritasi dengan krim anti-nyamuk, bisa juga mengoleskan cairan rempah wangi lemon untuk membuat tubuh lebih semerbak sehingga nyamuk malas hinggap.
(ard)