Khasiat Bercinta: Tidur Jadi Lebih Nyenyak dan Berkualitas

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 07/02/2018 00:55 WIB
Khasiat Bercinta: Tidur Jadi Lebih Nyenyak dan Berkualitas Bercinta di malam hari bisa membuat tidur jadi lebih nyenyak (Thinkstock/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat malam tiba, ada banyak orang yang mengalami masa sulit tidur. Jika beragam cara sudah dilakukan untuk mengatasinya, maka cobalah atasinya dengan bercinta bersama pasangan.

Para ahli menyarankan agar setiap pasangan menyempatkan berhubungan seksual sebelum tidur, tujuannya agar tidur jadi lebih nyenyak dan berkualitas.

Mereka bahkan mengklaim berhubungan intim sebelum tidur merupakan obat tidur terbaik dibandingkan obat lainnya. Bercinta sebelum tidur membuat tubuh rileks dan mengurangi stres sehingga mampu membantu terlelap lebih cepat.



Asisten profesor di Lenox Hill Hospital, New York, Amerika Serikat Robert Glatter menjelaskan efek ini timbul karena orgasme yang muncul saat bercinta.

"Konsep seks sebagai alat bantu tidur dapat membantu mereka mengalami sulit tidur. Ini berhubungan dengan produksi hormon tertentu selama hubungan seksual, namun lebih khusus lagi, pada orgasme itu sendiri," kata Glatter dikutip dari Pop Sugar.

Glatter menjelaskan bahwa mencapai orgasme membuat tubuh memproduksi oksitosin yang dikenal juga sebagai hormon cinta. Hormon ini bermanfaat untuk menghambat pelepasan kortisol, hormon yang berkaitan dengan stres.

Saat tubuh dipenuhi oksitosin dan merasakan sensasi yang nikmat, tubuh akan lebih mudah untuk tertidur.


"Hasilnya, bercinta bisa menimbulkan relaksasi dan membuat tidur lebih efektif dan berkualitas," kata Glatter.

Setelah itu, usai orgasme, tubuh akan merasa lelah dan memproduksi hormon hipofisis. Hormon ini memberikan rasa rileks dan mengantuk. Menurut Glatter, hormon ini menjaga keseimbangan tubuh setelah melewati fase-fase panas dalam bercinta.

Glatter juga menyoroti para pria kemungkinan tertidur lebih cepat ketimbang wanita.

"Karena pria memiliki lebih banyak otot daripada wanita, mereka juga cenderung merasa lebih lelah setelah berhubungan seks," ujar Glatter.

Di sisi lain, perempuan justru bakal tidur lebih nyenyak lantaran kadar estrogen meningkat setelah berhubungan seksual. Hormon ini membuat tidur terhindar dari berbagai gangguan dan lebih berkualitas. (chs/chs)