Bandara yang berada di Reykjavik itu bakal direnovasi dengan biaya sebesar US$1 miliar (sekitar Rp13,6 triliun). Penambahan ruang tunggu penumpang dan pesawat akan diprioritaskan. Prosesnya bakal berlangsung hingga delapan tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah kunjungan turis tercatat selalu naik sejak sembilan tahun terakhir.
Jumlah turis bahkan melebihi jumlah penduduk di Islandia yang hanya sekitar 334 ribuan jiwa.
Turis asal Amerika Serikat mendominasi jumlah kedatangan, yakni sebesar 576 ribuan orang. Selebihnya merupakan turis asal Inggri, Jerman, Kanada, dan Perancis.
Tren kedatangan turis di musim dingin meningkat semenjak enam tahun terakhir. Musim dingin di Islandia disebut musim turis, melebihi musim panas dan musim semi.
Ada sepuluh kawasan di Islandia yang selalu ramai oleh turis, lima di antaranya yakni pusat kota Reykjavik, Geysir/Gullfoss, Þingvellir, Vík, dan Skógar.
Selain Björk, Sigur Rós, dan film 'The Secret Life of Walter Mitty', film dokumenter 'Under an Arctic Sky' juga menjadi alasan kedatangan turis ke Islandia.
Dalam film dokumenter karya Chris Burkard itu diceritakan mengenai pencarian ombak terbaik untuk surfing di perairan Islandia.
Film dokumenter 'Under an Arctic Sky' bisa disaksikan melalui Netflix di Indonesia.
Sejumlah maskapai yang terbang ke Islandia setiap tahunnya ialah Icelandair, WOW air, Easy Jet, Air Iceland, dan Eagle Air.
Selain di Bandara Internasional Keflavik, maskapai juga biasanya mendarat di Bandara Reykjavik.
Dari Jakarta, tiket penerbangan pulang pergi ke Islandia seharga mulai dari Rp40 jutaan per orang dengan durasi penerbangan berangkat sekitar 23 jam.
[Gambas:Youtube]
(ard)