Dikutip dari data milik Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, jumlah turis yang datang ke kawasannya berkurang hingga mencapai 20 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir pekan kemarin, sejumlah turis memang masih terlihat di kawasan Puncak. Namun, tak sebanyak pada akhir pekan sebelum bencana longsor terjadi.
Budi lanjut mengatakan, kondisi aman juga didukung dengan informasi jalur alternatif untuk dilalui.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Kasatlantas Polres) Bogor menegaskan bahwa sejak Rabu (7/2), atau tiga hari pascalongsor, jalur Jakarta-Puncak Bogor sudah dibuka sampai perbatasan Taman Wisata Gunung Mas, dan kemudian balik lagi ke bawah arah Kota Bogor, jalur Sukabumi dan Jakarta.
Kendaraan pribadi dan umum yang ingin mengakses Puncak Bogor sudah bisa berlalu-lalang seperti biasanya.
"Yang kami tutup hanya dari Gunung Mas ke atas, karena ada instruksi Kementerian-PUPR penanganan jalan sementara sampai sepuluh hari kedepan, itu bisa kurang dan bisa lebih waktunya, jadi wisata di bawah itu tidak masalah," ujar Hasby.
Selain Bandung dan Bogor, Puncak menjadi destinasi wisata favorit turis, terutama yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya.
Tak hanya datang saat Sabtu atau Minggu, banyak juga warga ibu kota yang datang hanya untuk sekadar makan siang atau makan malam, karena kawasan tersebut sangat mudah dijangkau melalui akses tol.
[Gambas:Video CNN]
(ard)