Cokelat mungkin bisa dipastikan masuk daftar wajib, tapi kini parfum juga populer sebagai kado Valentine. Permasalahannya, parfum yang dibeli bukan untuk diri sendiri sehingga orang kadang menemui kesulitan untuk menemukan parfum yang pas. Oleh karena itu, mengutip dari Metro, Linda Pilkington, ahli parfum dari pembuat parfum Ormonde Jayne memberikan beberapa tips.
Lihat juga:7 Destinasi Wisata Valentine yang Bebas Visa |
1. Jangan ragu bertanya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ahli parfum seharusnya menanyakan beberapa pertanyaan. Parfumnya buat siapa? Bukan cuma apa dia pria atau wanita dan berapa umurnya, tapi pertanyaan yang lebih spesifik. Apa orangnya suka sayuran atau pecinta makanan pedas? Apa yang membuat mereka antusias? Warna favorit? Apa dia orang yang sporty? Semua hal itu relevan," ujar Linda dikutip dari Metro, beberapa waktu lalu.
2. Tes sebelum beli
Setelah sekian pertanyaan sudah terjawab, biasanya pelanggan akan diberi tiga sampel parfum berbeda untuk dicoba. Meski parfum ditujukan bagi orang lain, pelanggan wajib mencoba parfum dengan menyemprotkannya ke kulit bukan sekadar mencium baunya.
"Mencoba parfum untuk kekasih itu wajar kok karena ia menemukan aroma naturalmu itu menarik, artinya kamu kemungkinan punya chemistry tubuh yang saling melengkapi. Itu akan selalu jadi indikator yang lebih baik daripada staf penjualan di toko," katanya.
Linda menambahkan, pelanggan harus memastikan bahwa ia menikmati aroma parfum. Aroma parfum akan berkembang setelah parfum menempel di kulit dan alkohol menguap.
3. Pastikan apakah pasangan ada alergi
Sebelum memutuskan untuk membeli parfum, pastikan dulu apakah kekasih punya alergi pada zat parfum tertentu. Tentu Hari Valentine tak akan berakhir manis jika kekasih mengalami ruam atau gatal setelah menggunakan parfum. (rah)