Bertema 'Pasisi Lango' atau 'Gerbang Transisi', festival ini akan menggelar banyak kegiatan seni, budaya, dan kuliner selama tiga hari penyelenggaraannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya pria, wanita juga bakal ikut serta dalam tari kolosal tersebut.
Kepala Desa Tibubeneng, Made Kamajaya, mengatakan kalau Tari Kecak 5555 terinspirasi dari Tari Kecal versi Desa Adat Ulapan Blahkiuh asal Kabupaten Badung.
Selain mengolah elemen suara 'cak', juga ada elemen suara tubuh berupa tepukan tangan, dada dan paha.
Wisata kuliner berupa makanan laut juga bisa dinikmati pengunjung yang datang dalam festival ini.
Perwakilan dari 13 banjar (dusun) siap membuka lapak seafood dengan beragam olahan. Tak hanya membuat perut kenyang, pengunjung juga bisa menambah wawasan mengenai asal usul menu yang diolah.
"Berawa Beach Art Festival sebagai upaya pelestarian budaya Bali, khususnya yang berada di kawasan Pantai Berawa. Selain itu, juga untuk memberdayakan masyarakat kami di tengah bergeliatnya sektor pariwisata, terlebih Pantai Berawa semakin ramai dikunjungi wisatawan mancanegara," kata Kamajaya, seperti yang dilansir dari Antara.
Pantai Berawa menjadi populer karena kawasan terdekatnya, Canggu, saat ini juga sedang naik pamor. Dari kawasan Seminyak, pantai ini bisa ditempuh selama 30 menit dengan kendaraan bermotor.
Pantai Berawa berpasir hitam dan berombak lumayan tinggi. Oleh karena itu, banyak surfer yang datang untuk berselancar di sini.
Karena banyak dikunjungi anak muda, di sekitar pantai ini banyak berdiri kafe dan bar yang bersuasana santai. Banyak turis yang berpendapat bahwa harga menu yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan Seminyak.
(ard)