Adeliya (45), duduk bersila di atas tikar menjadi salah satu ibu yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Di permukaan kain putih itu, terdapat garis-garis dari pensil membentuk motif bungan dan garis dengan titik-titik.
Kompor dengan panci berisi lilin yang tengah dimasak, Adeliya menjelaskan proses pembuatan batik dari awal hingga akhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu dicanting," ucap Adeliya menjelaskan proses berikutnya.
Lihat juga:Mpok Laela Si Penjaga Batik Betawi |
Alat canting yang digunakan umumnya terbuat dari kayu bambu dan besi. Lilin panas dimasukkan ke dalam rongga canting untuk menimpa garis-garis motif di kain. Dengan kata lain, menyanting adalah menggambar motif batik menggunakan lilin panas.
"Lilinnya harus dimasak sepanjang proses, karena cepat mengeras," ungkapnya.
Proses menyanting harus dilakukan di dua sisi kain, agar garis yang membentuk motif benar-benar tertutup lilin.
Adeliya menyebut menyanting merupakan tahapan paling sulit dalam proses membuat kain batik. "Proses menyanting membutuhkan kesabaran," tandasnya.
Tahap berikutnya, kain dicelupkan ke dalam pewarna teksti. Pemilihan pewarna disesuaikan dengan warna latar belakang yang dipilih oleh pembuat batik. Adeliya misalnya, menginginkan layar belakang berwarna coklat, maka ia mencelukan kain ke dalam pewarna tekstil coklat.
Lihat juga:7 Ide Unik Menghias Telur Paskah |
Aktivitas baru penambah penghasilan
Adeliya mengakui jika membatik membutuhkan waktu belajar yang cukup lama dan kesabaran tinggi. Namun, ia menikmati proses tersebut lantaran menggemari aktivitas kerajinan tangan sejak lama.
Kegiatan membatik diakuinya bisa menjadi sumber penghasilan baru dari hal yang digemarinya. "Menambah penghasilan juga, kan," ucapnya.
Senada, Haji Risma (39), penghuni lainnya mengaku memiliki penghasilan tambahan sambil menekuni pekerjaannya sebagai penjual kerupuk. Baik Adeliya maupun Risma mengaku tertarik untuk mempelajari lebih lanjut kemampuannya membatik, termasuk jalur pemasaran online.
Jalur penjualan online yang sedang naik daun menurut keduanya jadi sarana yan bisa menampung hasil kerajinan laik jual. "Sekarang kan online lagi booming. Biar menambah penghasilan juga," ucap Adeliya. (ast/evn)