'He For She Run', Berlari untuk Aksi Kesetaraan Gender

CNNIndonesia, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 11:39 WIB
'He For She Run', Berlari untuk Aksi Kesetaraan Gender Demi mendukung aksi kesetaraan gender dan peringatan Hari Perempuan Internasional, UN Women dan IBCWE menggelar He For She Run. (Ilustrasi/Foto: maxmann/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang peringatan Hari Perempuan International yang jatuh setiap 8 Maret, UN Women bersama Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), menggelar 'He For She Run'.

Dijadwalkan berlangsung di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta pada Minggu (4/3), gelaran lari bersama ini disebutkan akan menjadi sarana kampanye kesetaraan gender. Olahraga ini dipilih dengan pertimbangan lari merupakan olahraga yang menuntut sportivitas.

"Lari dapat membentuk sportivitas di kalangan peserta, baik laki-laki atau perempuan untuk mencapai garis finish," ungkap Maya Juwita, Executive Director IBCWE, Jakarta, beberapa waktu lalu. 



He For She Run disebutkan dimulai pukul 06:00 WIB dan terbagi dalam dua kategori, 5K dan 10K. Acara ini akan diikuti sekita lima ribu peserta.

Sebelumnya, HeForShe sendiri merupakan gerakan yang dibentuk oleh UN Women dengan tujuan mengajak laki-laki dan anak laki-laki untuk bekerjasama sebagai mitra dan agen perubahan untuk mencapai kesetaraan gender.

Maya berharap dengan adanya acara ini dapat mendorong masyarakat untuk mencapai kesetaraan gender di dunia kerja dan juga pemberdayaan ekonomi perempuan.

'Kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan yang lebih baik akan membuat Indonesia lebih sejahtera," ujarnya menambahkan.

Lebih jauh, Maya mengungkapkan saat ini kurang lebih 130 juta angkatan kerja di Indonesia, setengahnya merupakan perempuan. Dari setengah perempuan ini yang ada di dunia kerja hanya 50 persennya dan tidak berdaya secara ekonomi.


"Jika perempuan berdaya secara ekonomi dapat meningkatkan pendapatan perkapita negara," ujarnya.

Maya mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan oleh perempuan untuk semakin berdaya secara ekonomi. Di antaranya, bagi perempuan yang telah bekerja, sebaiknya tetap mempertahankan pekerjaannya.

"Bertahan dalam pekerjaan sampai naik lebih tinggi, namun jangan mengorbankan keluarga dan mampu mengatur waktu," ujarnya.

Menurutnya, IBCWE terus mendorong hal tersebut dan meminta agar para pemimpin perusahaan memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Menurutnya, perempuan juga harus difasilitasi oleh perusahaan karena selain bekerja mereka juga sebagai ibu rumah tangga. Banyak potensi yang bisa 'digali' dari diri perempuan.


Bukan hanya untuk para perempuan yang bekerja saja, pemberdayaan ekonomi bisa dilakukan bagi perempuan yang tidak memiliki pekerjaan atau di rumah. Caranya, dengan dukungan media sosial dan kemudahan yang bisa didapat dengan internet, perempuan bisa bekerja dirumah sebagai enterpreneur.

"Dengan bantuan media sosial mudah bagi perempuan untuk berjualan. Tinggal mau atau tidak," tambah dia.

Selain pemberdayaan ekonomi perempuan, dalam dunia kerja juga dibutuhkan kesetaraan gender. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan dukungan oleh semua pihak baik laki-laki ataupun perempuan.

"Kesetaraan gender akan tercapai bila perempuan dan laki-laki saling bekerjasama, saling terlibat, memiliki keinginan dan aksi bersama untuk mewujudkan kesetaraan gender," ujar Ketua IBCWE, Shinta Widjaja Kamdani, menambahkan. (cel/rah)