"Kita ingin pada 2020 Jakarta bisa mencapai target sebagai kota dengan destinasi dan wisata halal yang bisa bersaing. Kita juga targetkan satu juta global halal tourism bisa datang ke Jakarta untuk lima tahun ke depan," kata Sandiaga saat meluncurkan Focus Group Discussion (FGD) Pariwisata Halal dan Destinasi Halal di Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu (7/3), seperti yang dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan tenaga kerja yang siap. Jadi kita tidak harus mengimpor tenaga kerja dari asing untuk pariwisata halal ini, begitu 'booming'. Tapi kita sudah siapkan SDM," lanjutnya.
Peraturan Gubernur (Pergub) terkait wisata halal sudah ditandatangani, namun perlu penyempurnaan lebih lanjut.
"Mulai dari pertama yang diatur destinasinya, insentif-insentif apa yang kita berikan. Juga kesiapan daripada SDM, kesiapan daripada regulasi -regulasi turunannya, SKPD mana saja yang bertanggungjawab. Pergubnya mengatur itu sehingga kita lebih komprehensif untuk menggarap destinasi wisata halal," kata Sandiaga.
Berbicara mengenai destinasi halal, Jakarta bukan satu-satunya kota di Indonesia yang mengimplementasikan konsep tersebut.
Sebelumnya, Banyuwangi, Padang, Aceh sudah lebih dulu melakukannya sejak beberapa tahun yang lalu.
(ard)