Rencana penutupan Gunung Bromo saat Nyepi sudah didiskusikan sejak satu tahun yang lalu olah tokoh adat Hindu di Tengger serta Pemerintah Daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan akan dimulai pada Sabtu (17/3) dini hari.
Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Bambang Suprapto mengatakan penutupan Gunung Bromo tak hanya untuk menjaga suasana khidmat Nyepi bagi Suku Tengger yang beragama Hindu, tapi juga menjaga kesucian Gunung Bromo.
"Saat Hari Raya Nyepi berlangsung, maka akses wisata Bromo akan ditutup selama 24 jam, hal tersebut juga untuk menjaga kesucian Gunung Bromo," ungkap Bambang, pada Selasa (13/3).
Nama Gunung Bromo berasal dari nama Dewa Hindu Brahma yang diagungkan oleh pemeluk Hindu.
Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 di atas permukaan laut dan berada di empat wilayah kabupaten, yakni Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.
Suku Tengger menganggap gunung ini sebagai gunung yang disucikan. Setahun sekali masyarakat di sana mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo.
Upacara tersebut bertempat di sebuah pura yang berada di kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo.
Yadnya Kasada diadakan pada tengah malam hingga dini hari, setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.
(dik/ard)