"Asalkan sudah mendapatkan izin dari Balai Pelestarian Cagar Budaya seperti halnya situs sejarah lainnya di Sidoarjo, yakni Candi Pari dan Candi Pamotan," kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Djoko Supriyadi, di Sidoarjo, seperti yang dilansir dari Antara pada Senin (19/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi tersebut, kata Djoko, terdapat beberapa tujuan wisata yang berpotensi dikembangkan seperti Lumpur Sidoarjo, Wisata Belanja Tanggulangin Sidoarjo dan Hutan Bakau Tlocor.
"Tlocor merupakan wisata khusus peminat saja, yang pasti wisata tersebut dikhususkan bagi mereka yang berminat untuk menggali informasi lebih jauh tentang bakau, karena lokasinya memang berada di muara Sungai Porong," kata Djoko.
"Kami optimistis jika dikembangkan dengan baik, objek wisata ini akan banyak meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Sidoarjo yang selama ini masih belum tergarap secara maksimal," pungkas Djoko.
Seorang warga Desa Kedung Bocok menemukan situs purbakala yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit itu saat sedang menggali tanah untuk menanam ketela.
Saat mengayunkan cangkul ke tanah, ia merasa cangkulnya mengenai benda keras, yang kemudian diketahui merupakan batu bata bersusunan rapi.
Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Cagar Budaya BPCB Jawa Timur, Widodo, mengatakan kalau penelitian yang dilakukan untuk merunutkan masa kehidupan yang terjadi di situs purbakala tersebut.
"Penelitian butuh waktu tersendiri, karena setiap 10 sentimeter harus dilakukan pencatatan lengkap," kata Widodo, seperti yang dilansir dari Antara.
(ard)