Dilansir dari Travel and Leisure, pengelola bandara itu berencana untuk memusnahkan lahan parkir bandara, sehingga area tersebut bisa digunakan untuk membangun lebih banyak fasilitas pendaratan pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, pengelola bandara belum ketok palu atas rencana tersebut. Pasalnya, mereka juga mempertimbangkan tren transportasi online yang marak belakangan ini di sana, seperti Uber dan Lyft.
"Kami masih mempertimbangkan, perlukah membangun lahan parkir bertingkat di bandara ini, sementara banyak pengunjung yang datang dengan transportasi online," kata Tom Nissalke, perwakilan pengelola bandara, seperti yang dikutip dari Atlanta Journal-Constitution.
Sesaknya jalanan oleh mobil memang semakin mengkhawatirkan. Rasanya, seluas apapun jalanan yang dibangun, tetap saja terjadi kemacetan.
Untuk mengatasi masalah yang sama, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta belum lama ini mengoperasikan SkyTrain, kereta bandara yang memiliki rute khusus dari bandara ke sejumlah stasiun di luar bandara.
Salah satu penumpang kereta yang ditemui oleh CNNIndonesia.com pada pekan kemarin, Tanti, mengaku sangat senang dengan terobosan baru dari pemerintah Indonesia ini.
"Semakin banyak pilihan transportasi ke bandara. Semoga saja transportasi online sudah benar-benar bisa digunakan di sini, jadi jika taksi, bus, atau kereta penuh, kita tetap punya pilihan lain," kata Tanti.
(ard)