Dikutip dari AFP, taman yang berada di kawasan Nara, dekat kaki Gunung Wakakusa itu menjadi habitat kawanan rusa yang dipercaya sebagai titipan dewa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu imbauan pengeola ialah turis dilarang memberi makan dengan cara mengagetkan atau mengerumuni rusa.
Karena dalam situasi tersebut, rusa akan merasa resah lalu mengamuk dan menggigit sebagai tanda pertahanan diri.
Imbauan tersebut dicetak dalam bahasa China, Inggris, dan Jepang, sehingga turis dari negara berbahasa tersebut bisa memahaminya.
Selain di titik munculnya rusa, imbauan tersebut juga dipasang di kios penjualan biskuit makanan rusa.
"Permintaan dari rusa untuk Anda yang akan memberi makannya," tulis judul imbauan tersebut.
[Gambas:Instagram]
Imbauan kedua yang tak kalah penting ialah anak di bawah umur harus didampingi orangtua saat memberi makan rusa.
"Tunjukkan kedua tangan yang kosong setelah makanan habis dimakan rusa, sehingga mereka mengerti bahwa mereka tak lagi menunggu makanan," lanjut imbauan tersebut.
Pengelola mengatakan bahwa rusa di Nara Park merupakan binatang liar, sehingga kasus gigitan sebenarnya tak bisa dihindari walau bisa diantisipasi.
"Sama seperti binatang lain, rusa juga akan kesal jika mereka digoda makhluk lain," kata pimpinan Nara Park, Yuichiro Kitabata.
[Gambas:Instagram]
Nara Park tak hanya punya kawanan rusa. Taman ini juga punya pemandangan indah yang lain, seperti kuil yang telah berdiri sejak tahun 1300-an.
Setiap tahunnya, sebanyak 13 juta orang turis berkunjung ke taman ini.
Serbuan turis membuat pendapatan industri pariwisata sekitarnya meningkat. Namun pengelola juga mengakui bahwa kawanan rusa juga merasa stres.
Saat ini usaha pelestarian kawanan rusa di Nara Park juga sedang dilakukan.
(ard)