Fan Bisa Idap Gangguan Mental Akibat Pernikahan Harry-Markle

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 22/04/2018 20:46 WIB
Fan Bisa Idap Gangguan Mental Akibat Pernikahan Harry-Markle Kabar pernikahan Pangeran Harry dan Megan Markle bisa memicu gangguan kesehatan mental bagi penggemar. (dok. REUTERS/Ian Vogler/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle telah dinanti-nanti oleh para penggemar Kerjaan Inggris. Sejak mengumumkan pertunangan mereka pada Desember tahun lalu, hingga kini angka penggemar pasangan tersebut dilaporkan terus meningkat.

Kondisi ini justru disebut bisa memicu kondisi berbahaya berupa gangguan kesehatan mental.

Konselor melihat obsesi ekstrim penggemar untuk kisah keluarga kerajaan Inggris sudah mencapai tahap ekstrim. Jutaan penggemar tertarik dengan kisah cinta bak negeri dongeng yang tengah dialami pasangan Harry-Meghan.


Para ahli telah memperingatkan penggemar agar tidak kehilangan kontak dengan kenyataan yang tengah dihadapinya.

Psikiater sekaligus asisten profesor klinis di New York Unversity Langone Medical Center, Sue Varma mengatakan jika fandom memiliki obsesi berlebihan yang bisa masuk ke dalam kategori berbahaya.

"Ini adalah kurangnya kegiatan lain, kurangnya fleksibilitas, faktanya bahwa anda mengambil waktu dari sesuatu yang lain. Apakah waktu yang bisa anda habiskan bersama anak-anak? Apakah waktu yang bisa digunakan untuk berbicara dengan pasangan?," ungkapnya seperti dilaporkan Reuters.

Ungkapan Varma tersebut berdasarkan pada waktu yang kerap digunakan penggemar untuk mengikuti kegiatan artis atau selebritas yang bisa menyebabkan masalah kesehatan mental dan gangguan lainnya.

Ketika mengobsesikan sesuatu secara berlebihan, seseorang bisa menciptakan fantasi dan akhirnya melupakan realitas. Obsesi berlebihan terhadap selebritas juga bisa menyebabkan masalah citra tubuh seperti gangguan dismorfik.

Gangguan dismorfik merupakan jenis penyakit mental kronis yang korbannya tidak bisa berhenti memikirkan tentang cacat pada penampilan mereka - baik yang kecil atau sekedar bayangan. Sebaliknya, ia akan malu terhadap citra diri karena terlalu mengagungkan sosok yang dipuja.

"Orang-orang menjadi terobsesi dengan selebriti dan sering kali mereka mulai memiliki masalah citra tubuh. Mereka mulai merasa seperti perlu melakukan operasi plastik," katanya. (cel/evn)


ARTIKEL TERKAIT