Sekretaris Dinas Kebudayaan kabupaten Gunung Kidul, Siti Isnaini Dikoningrum, berharap buku sejarah desa bisa menyejahterakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti mengatakan pihaknya terus berupaya mendorong setiap desa memiliki buku sejarahnya. Setiap tahun diharapkan ada 25 desa yang menuliskan sejarahnya, sehingga pada 2021 mendatang seluruh desa yang berjumlah 144 desa bisa memiliki buku sejarahnya.
Menurut dia, penulisan sejarah ini penting selain menjaga sejarahnya agar generasi mendatang mengetahui, juga sesuai dari rekomendasi dirjen kebudayaan jika wisatawan mancanegara saat ini cenderung ingin mengetahui sejarah di suatu wilayah yang dikunjungi.
[Gambas:Instagram]
"Penulisan sejarah juga untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata," katanya.
Sementara itu, Bupati Gunung Kidul Badingah mengatakan 'muara' dari penerbitan buku sejarah desa adalah menyejahterakan masyarakat.
"Buku sejarah desa diharapkan bisa untuk mengangkat dan melestarikan budaya dan potensi yang ada di masing-masing desa," katanya.
Selama ini, Gunung Kidul terkenal dengan hamparan wisata alamnya. Salah satu magnetnya adalah Goa Pindul yang menjadi lokasi untuk merasakan sensasi river tubing. Tak hanya itu, di Gunung Kidul juga menjadi 'markas' puluhan goa dan pantai yang mengundang rasa penasaran banyak wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. (agr)