Selain itu beragam acara istimewa juga digelar, seperti 'Museum Fair' yang digelar hingga 22 April mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya materi yang disajikan kurang atraktif untuk menarik minat orang yang tertarik akan sejarah.
Menurut pantauan CNNIndonesia.com, di setiap stan museum hanya tersedia brosur, poster, dan beberapa benda bersejarah.
Hanya ada beberapa stan yang cukup menarik perhatian seperti Museum Santa Maria Juanda (Jakarta) yang menampilkan infografis, dan Museum Batik Pekalongan (Jawa Tengah) yang menggelar kegiatan membatik.
Terkait hal itu Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kementerian Pariwisata, Tetty Ariyanto, berujar sudah saatnya pengelola museum mengubah pola pikir khususnya terkait mengoptimalkan media sosial.
"Di media sosial kan harusnya bisa dipakai interaksi. Jadi jangan anggap media sosial itu seperti banner yang sifatnya pasif," kata Tetty, kepada CNNIndonesia.com di Jakarta pada Kamis (19/4).
Terkait hal-hal yang sifatnya atraktif, Tetty mengaku pernah mengusulkan ide ke museum-museum di Indonesia untuk mencoba menggunakan model sungguhan dalam memamerkan busana-busana daerah yang ada di museum tersebut, khususnya ketika sedang ada acara di kawasan museum.
[Gambas:Instagram]
(ard)