Studi Ungkap Kafein Tak Bahayakan Jantung

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 20/04/2018 23:03 WIB
Studi Ungkap Kafein Tak Bahayakan Jantung Studi kesehatan terbaru menunjukkan konsumsi kopi dan teh secara teratur dalam tingkat moderat memiliki risiko rendah untuk terkena masalah irama jantung. (Ilustrasi/Foto: Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian orang, minum kopi selalu jadi ritual sebelum memulai hari. Entah latte, cappucino atau sekadar kopi tubruk, minuman ini tak pernah absen plus camilan sebagai sarapan. Sebuah riset bahkan dilakukan demi menguatkan anggapan bahwa minum kopi tidak punya efek negatif.

Sebuah laporan yang pernah dimuat Guardian mengungkapkan seseorang disarankan untuk minum kopi maksimal tiga sampai empat cangkir setiap harinya. Hal ini demi menghindari efek berbahaya dan mendapat beberapa manfaat seperti risiko rendah mengidap diabetes, penyakit hati, demensia dan kanker.

Namun, riset dari American College of Cardiology menemukan hal berbeda. Studi tersebut menunjukkan orang yang minum teh maupun kopi justru dapat terlindungi dari risiko atrial fibrillation (AF) atau fibriliaasi atrium, kondisi serambi jantung berdenyut tidak beraturan dan cepat. AF dapat mengarah pada stroke, gagal jantung dan serangkaian komplikasi jantung lain. Selain AF, konsumsi kopi dan teh juga menghindarkan orang dari risiko ventricular arrhythmia (VA) atau irama jantung tidak beraturan. 



Padahal selama ini orang beranggapan bahwa kafein jadi biang kerok masalah jantung. Bahkan dokter kerap menyarankan orang dengan penyakit jantung menghindari kafein. 

"Ada persepsi publik, kadang berdasar pengalaman, bahwa kafein adalah pemicu masalah irama jantung. Dari tinjauan literatur medis, ini bukan masalahnya," ujar peter Kistler, direktur elektrofisiologi di Alfred Hospital and Baker Heart and Diabetes Institute sekaligus ketua tim riset, seperti dikutip dari Men's Health (19/4).

Studi dilakukan dengan melibatkan 340 ribu partisipan. Hasilnya, kafein justru menutup efek adenosin yakni senyawa yang memicu timbulnya AF. Studi menunjukkan korelasi antara peningkatan kafein dan pengurangan efek adenosin.

Partisipan VA yang minum empat cangkir sehari tak mendapat masalah berarti. Dalam beberapa temuan kafein malah menigkatkan detak jantung mereka. Sebanyak 500 miligram kafein setara dengan enam cangkir kopi juga tidak memperparah penyakit mereka.


"Dalam banyak studi, pasien yang mengonsumsi kopi dan teh secara teratur dalam tingkat moderat memiliki risiko rendah untuk terkena masalah irama jantung," katanya.

Kafein memang punya efek positif bagi jantung. Namun, para ahli memperingatkan untuk tidak mengonsumsi minuman energi yang tinggi kafein. Minuman energi dengan kandungan kafein 160-500 miligram per kaleng memberikan efek negatif pada pasien dengan risiko penyakit jantung.

Sebanyak 75 persen pasien ditemukan mengalami palpitasi atau jantung berdebar kuat dan tidak beraturan dalam 24 jam. Palpitasi jika dialami terlalu sering dan disertai gejala lain seperti sesak dan pusing patut diwaspadai sebagai pertanda gangguna pada jantung. (rah/rah)


BACA JUGA