'Pangan Berkelanjutan', Gaya Hidup Sehat untuk Jangka Panjang

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Senin, 23/04/2018 15:53 WIB
'Pangan Berkelanjutan', Gaya Hidup Sehat untuk Jangka Panjang Masyarakat diajak untuk menerapkan prinsip 'pangan berkelanjutan' dengan cara membeli pangan organik, membeli secukupnya dan tidak membuang makanan. (Ilustrasi/Foto: ThinkStock/Digital Vision)
Semarang, CNN Indonesia -- Seiring waktu, masyarakat modern kini cenderung mengonsumsi makanan dengan konsumtif. Perilaku ini dinilai bakal memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan, lingkungan maupun keberadaan makanan itu sendiri.

Untuk menyetop gaya hidup konsumtif dan dampak negatif yang timbul, masyarakat diminta untuk mulai menerapkan prinsip 'pangan berkelanjutan'. Hal tersebut disampaikan pakar gizi dan keamanan pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Ahmad Sulaeman. Ia menjelaskan konsep pangan berkelanjutan merupakan gerakan global yang berupaya untuk menjamin kelangsungan makanan.

"Sistem pangan berkelanjutan ini adalah salah satu upaya melindungi masyarakat, sekaligus menyehatkan masyarakat tapi juga menjaga kelestarian lingkungan," kata Ahmad dalam rangkaian Jelajah Gizi Nutricia di Semarang, Jawa Tengah, yang berlangsung pada 20-22 April 2018.


Prinsip pangan berkelanjutan bisa dilakukan dengan cara membeli pangan yang bersumber baik atau organik, membeli secukupnya dan tidak membuang makanan.


Prinsip pangan berkelanjutan ini muncul lantaran fenomena produksi makanan yang meningkat, namun penyebarannya justru tidak merata. Peningkatan jumlah makanan ini juga seiring dengan pembuangan makanan. Laporan WHO menyebut setiap tahunnya terdapat pembuangan makanan senilai US$750 miliar di seluruh dunia.

"Itu belum termasuk kerugian dari proses pengolahan akibat kerusakan ekologi, kelangkaan air, lahan yang rusak, dan lain sebagainya," ujar Ahmad menambahkan.

Selain itu, konsep pangan berkelanjutan juga digalakkan melihat banyaknya proses pengolahan makanan yang tidak sehat dan merusak lingkungan. Ahmad bahkan mengkhawatirkan jika ini terus-terusan terjadi, maka generasi selanjutnya tak bisa menikmati makanan yang sehat.


Untuk beralih menerapkan prinsip pangan berkelanjutan ini, Ahmad meminta masyarakat untuk menjadi konsumen yang beretika.

"Konsumen harus menjadi seorang yang beretika yaitu bertanggung jawab pada sosial dan lingkungan," ujar Ahmad. (rah/rah)


ARTIKEL TERKAIT