Demi menghapus pandangan negatif turis mengenai Puncak, saat ini pemerintah Indonesia bersiap memulai program sosialisasi sekaligus promosi bertema Puncak sebagai kawasan wisata yang bernuansa positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu langkah dari program itu ialah mendatangi negara-negara Timur Tengah yang selama ini menyumbang jumlah kunjungan turis ke Puncak.
"Kami akan datang langsung ke sana dan mengenalkan Puncak sebagai destinasi wisata ramah keluarga. Sekaligus meluruskan pandangan negatif yang selama ini melekat," kata Rahmat.
[Gambas:Instagram]
Objek wisata yang bisa dikunjungi keluarga saat berada di Puncak antara lain Air Terjun Curug Tujuh, Talaga Warna, Bukit Paralayang, sampai Perkebunan Teh Gunung Mas.
Sepanjang tahun lalu, Puncak telah dikunjungi oleh 7,3 juta turis. Sebanyak 300 ribunya berasal dari mancanegara dan didominasi oleh turis Timur Tengah.
Rahmat lanjut mengatakan bahwa potensi wisata di Puncak sangatlah besar. Selama musim liburan perputaran uang di sana bisa mencapai Rp2 miliar per harinya.
"Jumlah tersebut baru yang dilaporkan oleh pelaku usaha dari Timur Tengah yang buka usaha di Puncak. Belum dari masyarakat sekitar," ujar Rahmat.
"Fakta positif seperti ini perlu dikemukakan, agar kawasan Puncak semakin ramai dikunjungi turis," pungkasnya.
[Gambas:Instagram]
(ard)