Pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) juga membatasi waktu pendakian yakni empat hari termasuk pendakian naik dan pendakian turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus pendaki mancanegara, pengurusan surat izin mendaki harus dilakukan di Balai Besar TNKS.
Yunaidi lanjut mengatakan kalau pihaknya akan memperbanyak rambu pendakian dari Solok Selatan karena belakangan ini banyak kasus pendaki tersesat di sana.
Selain rambu pendakian, pengelola TNKS juga memberi pelatihan standar operasional mendaki kepada pemandu gunung agar proses pendakian berjalan lebih tertib.
"Tujuannya agar pemandu memahami tata cara pemanduan yang dilegalkan TNKS dan semua tamu yang berkunjung harus mematuhinya," kata Yunaidi.
Pemandu di Gunung Kerinci juga bakal melalui tahapan sertifikasi. Dengan memiliki lisensi diharapkan pemandu menjadi barisan awal menjaga kelestarian kawasan gunung tersebut.
Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Indonesia. Gunung ini masih aktif bergejolak dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.
Di gunung ini hidup flora dan fauna yang dilindungi, seperti Bunga Raflesia Arnoldi dan Harimau Sumatera.
Dari ketinggian 3.805 mdpl, pendaki bisa melihat pemandangan kota Jambi, Padang dan Bengkulu. Jika cuaca sedang cerah, pemandangan Samudera Hindia juga bisa terlihat.
(ard)