Menguak Makna 'Halal' Produk-produk Pasaran

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 25/05/2018 03:14 WIB
Menguak Makna 'Halal' Produk-produk Pasaran Selama ini makanan halal dipahami yang tidak mengandung babi. Sementara, tak hanya itu, ada kandungan lain yang juga menjadi indikator penilaian. (Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Agus Bebeng)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi umat Islam, penting untuk mengetahui jika produk yang mereka konsumsi halal. Hal ini terkesan 'kaku' tapi erat dengan ajaran agama. Indonesia termasuk negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam sehingga keamanan dan kehalalan produk benar-benar diperhatikan.

Salah satu caranya ialah dengan pemberian label halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Label ini membuat orang merasa aman dan tenang kala mengonsumsi produk. Proses demi memperoleh label ini pun tak main-main. Ada beragam tes mulai dari pabrik hingga produk.

Orang selama ini beranggapan halal berarti bebas dari babi. Hewan ini begitu lekat dengan istilah 'haram' dalam ajaran Islam. Namun Syifa Fauzia, ketua umum Badan Kontak Majelis Taklim (BMKT) menegaskan produk halal adalah produk yang tidak memiliki kandungan yang tidak diperbolehkan dalam agama Islam.



"Selama ini yang tidak ada babinya dianggap halal. Padahal yang musti diperhatikan juga alkohol. Kadang ada kandungan alkohol yang suka terkonsumsi dari produk," kata Syifa saat ditemui dalam acara peluncuran produk pasta gigi di All Seasons Thamrin, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Selain itu, kata Syifa, produk-produk yang menggunakan hewan sebagai sarana tes atau animal testing juga berbahaya. Menurutnya, lebih aman jika mengonsumsi atau menggunakan produk yang tidak berlabel 'animal test'.

"Intinya, kalau memang ada produk yang halalnya palsu itu sangat disayangkan, soalnya memang untuk kita umat muslim, halal itu enggak bisa abu abu. Halal itu ya halal kalau enggak halal ya haram," imbuhnya.

Sementara itu, Danti Nastiti, Brand Manager Sasha Halal Toothpaste menuturkan halal tidak hanya produknya, tetapi juga proses pembuatan produk.


Pertama, tidak ada kandungan alkohol. Danti berkata mulai dari bahan mentah hingga proses di pabrik serta mesin-mesinnya semua tidak mengandung alkohol. Kedua, tidak mengandung bahan yang berasal dari hewan.

"Esensi produk halal, proses halal dan produknya halal. Tidak mengandung alkohol dan bahan dari hewan," katanya.

"Dari situ bisa dapat sertifikat (halal) MUI dari proses, bahan dan pabriknya." (rah/rah)


ARTIKEL TERKAIT