"Tidak terlalu banyak, tipis saja. Akan dibersihkan secara manual dengan disapu dan menggunakan vacum cleaner," kata Kepala Seksi Pelayanan Konservasi BKB Iskandar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari kemarin kita teliti, kita kumpulkan, dianalisis untuk mengetahui kandungan abu, Ph-nya berapa, untuk mengetahui dampaknya ke candi," katanya.
Pihaknya juga telah menyiapkan antisipasi penanganan Candi Borobudur jika kembali terjadi peningkatan atas status aktivitas Gunung Merapi.
Hingga pukul 07.45 WIB, sekitar 60 wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara berkunjung ke kawasan stupa puncak Candi Borobudur.
"Kalau waktu sunrise tadi memang dibatasi karena masih ada abu, tapi sekarang ini sudah normal," katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan hujan abu akibat letusan freatik Merapi pada Kamis dini hari, turun di sejumlah tempat, seperti Tegalrandu, Sumber, Dukun, Ngadipuro, Banyubiru, Muntilan, Kota Mungkid, Sawangan, Mungkid, Menayu, Kalibening, Borobudur, dan Salaman.
Petugas bersama relawan pada sekitar pukul 06.30 WIB membagikan 1.000 masker kepada masyarakat di sekitar Kecamatan Borobudur, seperti di Pasar Borobudur, dekat SD Bumiharjo Borobudur, SD Ringin Putih, SD Sawitan, dan MI Deyangan.
Status aktivitas Gunung Merapi sejak Senin (21/5) malam naik dari normal menjadi awas setelah terjadi letusan freatik selama beberapa kali.
Hingga saat ini pemantauan atas peningkatan aktivitas gunung tersebut dilakukan petugas di berbagai pos pengamatan Gunung Merapi serta Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi di Yogyakarta.
Saat fase letusan hebat Gunung Merapi pada 2010, Candi Borobudur juga tertimpa abu vulkanik cukup tebal hasil hujan abu vulkanik dari gunung tersebut.
Pihak BKB dengan melibatkan berbagai kalangan selama beberapa tahun melakukan pembersihan candi itu dari abu vulkanik fase letusan Merapi 2010.
[Gambas:Video CNN]
(ard)