Laporan dari Sydney

Tips Terbang Nyaman ke Australia

Feri Agus, CNN Indonesia | Rabu, 30/05/2018 12:01 WIB
Tips Terbang Nyaman ke Australia Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Sydney, CNN Indonesia -- Sebanyak 8,1 jutaan turis mendatangi Australia sepanjang tahun lalu. Indonesia ikut menyumbang jumlah kedatangan turis sebanyak 193 ribuan. Dikutip dari situs resmi Badan Pariwisata Australia (Tourism Australia), jumlah kunjungan tersebut naik sebanyak tujuh persen per tahun.

Turis yang sudah pernah berkunjung mengatakan kalau Australia menawarkan wisata alam dan wisata kongko yang terjangkau, baik dari segi jarak dan dana.

Dari ratusan ribu turis Indonesia yang datang ke Australia sebanyak 72 ribuan memilih menjejakkan kaki ke Sydney untuk merasakan pengalaman pertama kali di Negeri Kanguru.


Ada banyak penerbangan ke Australia, baik dari Jakarta dan Bali. Durasi penerbangannya kurang lebih enam jam dengan transit di Singapura.

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memiliki penerbangan langsung tanpa transit. Saya berkesempatan menikmati penerbangan tersebut saat menuju Australia atas undangan Tourism Australia pada Sabtu (26/5).

Penerbangan Jakarta-Sydney dari maskapai berpelat merah itu berada di Terminal 3, Gate 1, Bandara Soekarno-Hatta.

Khusus penumpang Business Class dan GarudaMiles Platinum, Garuda Indonesia memberikan layanan Premium Check-In. Penumpang Business Class, GarudaMiles Platinum, SkyTeam Elite Plus serta GarudaMiles Gold bisa ikut menikmati fasilitas International Lounge. 

Dalam layanan Premium Check-In penumpang tak perlu antre di imigrasi, sementara fasilitas International Lounge memberi kenyamanan penumpang selagi menunggu keberangkatan.

Selama di ruang tunggu keberangkatan internasional, para penumpang dipersilakan menikmati hidangan yang disiapkan dan dapat menggunakan seluruh fasilitas yang ada di dalamnya.

Ruang tunggunya cukup luas dan nyaman. Sejumlah fasilitas yang bisa digunakan para penumpang dengan kelas di atas itu, mulai dari makan dan minum, ruang VIP, ruang kerja, teater mini, kamar mandi dengan shower, ruang menyusui hingga musala.

Bagi penumpang yang menunggu lama penerbangan atau tengah transit dapat menonton film di teater mini tersebut.

Nyaman enam jam

Garuda Indonesia membuka penerbangan langsung ke Sydney selama empat kali dalam seminggu, yakni Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Jadwal penerbangan seluruhnya malam hari, pada pukul 23.40 WIB. Dijadwalkan pesawat tersebut mendarat pukul 09.30 waktu setempat.

Perbedaan waktu antara Jakarta dan Sydney adalah tiga jam.

Penerbangan Garuda Indonesia ini dapat dibilang menguntungkan lantaran bisa tiba di Sydney pagi hari, sehingga lebih waktu untuk jalan-jalan di hari pertama kedatangan lebih panjang.

Yang paling penting selama duduk di bangku kabin pesawat, penumpang tak perlu khawatir merasa kelaparan, karena awak kabin selalu siap sedia memberikan menu untuk disantap.

Makanan dan minumannya pun masih cocok di lidah orang Indonesia, seperti Sate Maranggi sampai Nasi Uduk Betawi. 

Saat bulan Ramadan, penumpang yang berpuasa dapat memesan ke awak kabin agar disediakan santapan untuk sahur. 

Khusus pemegang tiket Business Class, mereka akan duduk di kabin khusus. Jam penerbangan malam pun menjadi lebih nyaman karena kursi dapat dibuat 'full reclining', untuk tidur.

Setiap penumpang akan diberikan bantal hingga selimut, sehingga tidur pun menjadi lebih lelap.

Setelah menempuh perjalanan 5.553 kilometer dan melintasi Samudra Hindia, pesawat yang saya tumpangi tiba di Bandara Kingsford-Smith, Sydney, pukul 09.05 WIB.

Karena memegang tiket Business Class saya tak perlu menunggu bagasi lagi, karena segala sesuatunya sudah diurus oleh awak Garuda Indonesia.

Tips Terbang Nyaman ke AustraliaMini teater, salah satu fasilitas yang terdapat di International Lounge. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Disambut sejuk

Cuaca di Sydney cukup bersahabat pagi itu. Selepas keluar pintu bandara, hawa dingin seketika menyergap.

Suhu udara di kota pelabuhan itu dalam kisaran 12 derajat Celsius, udara yang cukup bersahabat bagi saya yang sedang berpuasa.

Dari bandara saya diantar ke Hotel InterContinental yang dikatakan supir berjarak sekitar 20 menit perjalanan.

Hotel tempat kami menginap berada di jalan, Macquarie Street. Lokasi tersebut tak jauh dari Sydney Opera House dan Harbour Bridge.

Bagi yang berencana keliling Sydney sambil menyewa mobil, perlu diingat bahwa mengemudi di Sydney sama seperti di Jakarta.

Kendaraan berada di jalur kiri, dengan stir mobil di posisi kanan. Bedanya jalanan di sana jauh lebih lengang dibandingkan Jakarta hehehe...

Pekan ini Sydney sedang menghelat acara tahunan yang meriah, yakni Vivid Sydney Festival.

Acara tersebut berupa pameran instalasi lampu di beberapa titik objek wisata populer di sana yang digelar hingga 16 Juni 2018.

Nantikan tulisan pengalaman berwisata saya selama di Australia hanya di CNNIndonesia.com!

(ard)