Survei: Obat Kumur yang Paling Banyak Dicari Selama Ramadan

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 11/06/2018 12:49 WIB
Survei: Obat Kumur yang Paling Banyak Dicari Selama Ramadan Lembaga riset Nielsen dalam survei terbarunya menemukan bahwa obat kumur menjadi produk yang paling banyak dibeli masyarakat di bulan puasa Ramadan. (Ilustrasi/Foto: Istockphoto/surasak tapanavongvet)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bulan suci Ramadan membawa banyak perubahan dalam beragam aspek. Tak hanya soal pola makan, tetapi juga pola konsumsi masyarakat.

Lembaga riset Nielsen dalam survei terbarunya menemukan bahwa mouthwash atau obat kumur menjadi produk yang paling banyak dibeli masyarakat.

"Mouthwash ini mengalami kenaikan konsumsi tertinggi," kata Hellen Katherina, Executive Director Media Business, Nielsen Indonesia di kantor Nielsen, Mayapada Tower, Jakarta Selatan, Rabu (6/6).



Ia berkata kemungkinan kenaikan ini disebabkan orang ingin menjaga napasnya tetap segar selama berpuasa. Meski tak menyebut besaran kenaikan, selain obat kumur Helen mengatakan terdapat tiga produk lain yang mengalami kenaikan drastis selama Ramadan yakni, susu kental manis, teh dan kopi instan serta mi instan.

"Kan berbuka dengan yang manis dan orang terbiasa minum teh manis. (Kalau) mi instan buat sahur memang paling gampang," imbuhnya.

Nielsen melakukan survei sindikasi atau Consumer and Media View (CMV) terhadap sekitar 17ribu orang berusia 10 taun ke atas di 11 kota di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar dan Banjarmasin. Helen mengatakan survei ini selalu dilakukan Nielsen sehingga tiap Ramadan data-data ini tinggal dikumpulkan dan dibandingkan.


Belanja online

Selain terkait produk yang paling banyak dicari selama Ramadan, Nielsen juga menyoroti perilaku belanja daring atau online shopping masyarakat. Helen menuturkan orang tak hanya terfokus membeli pakaian untuk merayakan Lebaran. Terdapat empat kategori produk yang paling banyak dibeli lewat toko virtual yakni makanan, perlengkapan rumah tangga, baju dan barang-barang yang berkaitan dengan liburan.

"Makanan maksudnya bukan berarti beli makanan dengan ojek, tetapi kue kering atau makanan sebagai hantaran. Lebaran juga membuat orang ingin upgrade isi rumah," kata Helen.

Keinginan untuk menaikkan 'derajat' tampilan juga didukung pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). Survei menemukan THR mendorong orang untuk memiliki gawai baru bahkan mobil baru. Pembelian gawai naik 7 persen dan kepemilikan mobil naik sebanyak 21 persen selama Ramadan.

Helen menyebut selama lima tahun terakhir belanja daring memang mengalami kenaikan cukup tinggi. Nielsen pernah mencatat belanja online pernah di angka kurang dari 20 persen. Kini, sekitar 42 persen atau dua kali lipat lebih.


Hal ini juga tampaknya sejalan dengan peningkatan jumlah jam yang dihabiskan orang untuk berselancar di dunia maya. Lembaga ini mencatat, selama Ramadan terdapat peningkatan 12 persen waktu yang digunakan orang untuk mengakses internet atau rata-rata menghabiskan waktu 3 jam 17 menit. Peningkatan cukup signifikan terjadi pada jam 19:00-21:59.

"Konten apa yang diakses? Kebanyakan akses konten video, berita dan belanja daring," katanya. (rah/rah)


ARTIKEL TERKAIT