Laporan dari Bangkok

Kisaran Harga 'Merevisi' Bentuk Tubuh di Thailand

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Minggu, 17/06/2018 11:30 WIB
Kisaran Harga 'Merevisi' Bentuk Tubuh di Thailand Ilustrasi operasi plastik. (Thinkstock/Dmitry Bairachnyi)
Bangkok, CNN Indonesia -- Thailand bukan hanya dikenal sebagai surga belanja atau pesta. Salah satu yang juga menjadi magnet kedatangan jutaan turis ke sana ialah wisata medis, terutama untuk prosedur bedah plastik kecantikan.

Badan Pariwisata Thailand dengan bangga mengungkap fakta tersebut. Negara Gajah Putih kedatangan sekitar 20 juta turis per tahunnya. Sekitar 1,2 juta orang datang untuk operasi plastik (oplas). Jumlahnya bahkan bersaing ketat dengan Singapura.

Tarif yang lebih miring disebut membuat Thailand lebih digemari bagi yang ingin "merevisi" tubuhnya. Ya, semua bisa dioperasi di sini, mulai dari hidung sampai kelamin.


Industri oplas mulai besar di Thailand sejak benua Asia terdampak krisis ekonomi global pada tahun 1997-an.

Mata uang Thailand, Baht, melemah sehingga banyak wisatawan mancanegara yang datang ke sini untuk melakukan urusan medis.

Di Bangkok sendiri ada hampir 30 klinik maupun rumah sakit resmi untuk urusan oplas.

Sebut saja KTOP Clinic, Nida Esth' and Piya Surgery, F Clinic, Yanhee Hospital, Bangkok Hospital, BNH Hospital, Vejthani Hospital, dan Kamol Cosmetic Hospital, yang kerap menjadi rujukan situs-situs wisata medis di Thailand.

Saya mencoba menyusuri salah satu klinik yang memiliki pelayanan cukup lengkap, mulai perawatan kecantikan hingga penangananan ganti kelamin atau transseksual atau sex reassignment, prosedur yang ramai dibicarakan belakangan ini karena ada seorang selebriti Indonesia yang diduga melakukannya.

Berdasarkan situs wisata kesehatan health-tourism.com, tak semua klinik secara terbuka mencantumkan semua jenis pelayanannya. Hanya tiga atau empat klinik yang mencantumkan pelayanan sexual reasignment, di antaranya adalah Nida Esth' and Piya Surgery dan Kamol Cosmetic.

Saya mendapat kesempatan menyambangi salah satu di antaranya, yakni Nida Esth' and Piya Surgery, yang berlokasi di Bangkok.

Lokasi klinik tersebut terletak di dalam kawasan di Siam Square, tepatnya di Jalan Siam Square 7.

Posisinya hanya sekitar 700 meter di sebelah barat pusat perbelanjaan Ma Boon Khrong (MBK) Bangkok.

Letaknya juga hanya berjarak satu blok dari Fakultas Kedokteran Gogi Universitas Chulalongkorn dan Konsulat Jenderal Kerajaan Inggris.

Kisaran Tarif 'Merevisi' Bentuk Tubuh di Negara Gajah (EMB)Lokasi salah satu klinik yang bisa sempat saya datangi. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain)

Memasuki klinik, penjaga lobi berpakaian perawat berwarna putih dengan ramah menyambut saya. Hari itu tak ada pengunjung yang tampak menunggu di lobi.

Salah satu penjaga lobi, Pusit (bukan nama sebenarnya), dengan infromatif menjelaskan kepada saya bahwa kliniknya memiliki beragam layanan, mulai dari transplantasi rambut, pembentukan tubuh hingga ganti kelamin.

Topik mengenai layanan terakhir cukup menarik, tapi saya mencoba mengulur perbincangan untuk mengorek informasi.

Pusit mengatakan kalau pasien asal Indonesia paling banyak datang ke kliniknya untuk transplantasi rambut dan pembentukan tubuh.

Operasi transplantasi rambut menjadi rujukan utama di klinik itu karena diklaim menggunakan teknologi paling canggih, Nano Score Robotic System, untuk mendiagnosis kondisi persis masalah pada rambut.

Khusus untuk penanganan pembentukan tubuh, Pusit menambahkan, kebanyakan pasiennya merupakan kaum hawa yang ingin memperbaiki bentuk mata, melangsingkan badan sampai memperbesar payudara

Tarif yang ditawarkan bervariasi. Calon pasien harus menyiapkan kocek mulai dari ฿43 ribu (sekitar Rp19 juta) hingga ฿195 ribu (sekitar Rp85 juta) memperbesar atau memperindah bentuk payudara.

Khusus bedah wajah secara keseluruhan, biayanya berkisar ฿244 ribu (sekitar Rp105 juta).

Biaya termurah hanya untuk konsultasi dengan tarif ฿5.000 (sekitar Rp2,1 juta).

Namun, setiap pasien biasanya harus melalui beberapa kali konsultasi dengan dokter ahli di klinik itu sebelum menjalani oplas.

Termahal tentu saja untuk operasi transeksual atau ganti alat kelamin. Pusit menjelaskan bahwa kliniknya hanya melayani prosedur yang dinamakan Male to Female Sex Reassignment alias dari bedah kelamin dari pria ke wanita.

Calon pasien harus menyiapkan dana hingga ฿500 ribu (sekitar Rp216 juta) untuk layanan tersebut.

"Harga itu sudah termasuk biaya perawatan rumah sakit. Biasanya ada dua rumah sakit yang menjadi rujukan klinik ini yaitu Rumah Sakit Phayathai dan Samittuwat di Bangkok dari klinik ini," kata Pusit.

"Pasien juga diminta menjalani perawatan antara tujuh hingga 14 hari di rumah sakit usai menjalani prosedur pembedahan," lanjutnya.

Khusus untuk bedah kelamin, calon pasien harus melewati prosedur ketat termasuk secara legal. Salah satunya adalah persetujuan dari pihak keluarga atau wali sang pasien yang bersangkutan.

Ia menyebut, ada beberapa pasien dari Indonesia yang datang untuk melakukan prosedur tersebut, karena di kliniknya diklaim termasuk yang memiliki teknologi paling mutakhir.

Jika berminat melakukan revisi tubuh di Thailand, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang ada di Indonesia.

Bukannya ingin menakuti, namun ada baiknya untuk mengetahui sisi baik dan buruknya operasi di negara tetangga dengan ahli medis dalam negeri yang mengetahui benar kondisi tubuh pasien sesama negaranya.

Selain mencari klinik atau rumah sakit yang bonafid, ada pentingnya juga untuk membaca semua klausul perjanjian pembedahan. Pastikan ada "garansi" kalau sewaktu-waktu oplas gagal.

(ard)


ARTIKEL TERKAIT