Piala Dunia 'Memanas', Rusia Mulai Kehabisan Bir

Rahman Indra, CNN Indonesia | Senin, 25/06/2018 21:10 WIB
Piala Dunia 'Memanas', Rusia Mulai Kehabisan Bir Seiring dengan pertandingan Piala Dunia yang mulai 'memanas', Rusia dikabarkan mulai kehabisan bir. (Dok/Piala Dunia/Foto: REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring dengan pertandingan Piala Dunia (World Cup) yang makin 'memanas', serta ditambah suhu udara Moskow yang juga tak kalah panasnya, ratusan ribu fans sepak bola mengincar segelas bir dingin sebagai pelepas dahaga.

Beberapa bar di Moskow dilaporkan kehabisan bir dan persediaan yang menipis. Ini disebabkan permintaan bir yang tinggi, baik dari fans yang melepas kekecewaannya karena tim yang ia bela kalah, atau sebaliknya untuk merayakan kemenangan. Semua, kedua pihak, sama-sama mencari bir.

Reuters melaporkan bahwa sejumlah bar dan restoran di Moskow kehabisan bir, dan pengantaran stok persediaan lebih lama dari biasanya. Fans pun tak mau menggantinya dengan vodka.



"Kami tak mengira mereka hanya inginkan bir," ujar salah satu pelayan restoran di Moskow, yang tak mau disebutkan namanya seperti dikutip dari Reuters. Restorannya kehabisan stok bir pada Senin (25/6), dan mesti menunggu 24 jam sebelum mendapat persediaan baru.

Sementara, cuaca di Moskow juga tak kalah panasnya, dengan suhu mencapai 29° Celcius pada hari Jumat (22/6). Ini turut menyebabkan banyak penggemar meraih segelas bir dingin untuk membantu mendinginkan, bukannya vodka yang lebih tradisional.

Lonely Planet melaporkan, bukan hanya Moskow yang merasakan efeknya. Kota Nizhny Novgorod yang menjadi tuan rumah pertandingan Senin lalu antara Swedia dan Korea Selatan, juga mengalami hal serupa.

Menurut Asosiasi Sepakbola Swedia, penggemar yang bersemangat akan pertandingan berhasil membuat persedian bir di sana 'habis' bahkan sebelum pertandingan dimulai. Setiap bar yang masih memiliki persediaan habis oleh penggemar Swedia yang gembira setelah pertandingan berakhir.


Mengutip Reuters, terbatasnya ketersediaan bir di Rusia ditengarai juga karena fakta bahwa penjualan bir di sana telah menurun satu dekade terakhir. Bir diklasifikasikan sebagai minuman beralkohol pada tahun 2011, yang mengakibatkan pajak lebih tinggi dan aturan ketat untuk kepentingan iklan. Banyak merek bir melaporkan lonjakan penjualan dan pemasok diyakini belum siap dengan lonjakan permintaan dari penggemar sepak bola.

Heineken, Baltika - unit Carlsberg Rusia - dan Anheuser-Busch InBev, pembuat bir terbesar di dunia dan sponsor resmi FIFA untuk Piala Dunia, belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters akan hal ini.

Sementara, Dmitry, seorang bar di Gogol, mengatakan penggemar sepak bola yang bertandang ke Rusia bisa minum 800 liter bir dalam tiga hari, menenggak bir murah sebelum bir botol lebih mahal.

"Matahari membuat mereka haus," katanya tentang pelanggannya. "Di Rusia kita katakan 'to the bottom!' Saya suka orang-orang ini merangkul budaya kami."


Tetapi Ivan, seorang penggemar bola asal Kroasia yang berada di Rusia untuk melihat timnya menghadapi Argentina pada hari Kamis, mengatakan dia belum menemukan kekurangan bir.

"Di mana-mana ada bir," katanya, sambil menyeruput sekaleng bir Zhiguli Rusia sambil duduk di bangku dekat Teater Bolshoi. "Beberapa tempat ya, beberapa tempat tidak. Kamu hanya harus tahu di mana menemukannya!" (rah/rah)


ARTIKEL TERKAIT