Surat Dari Rantau

Cara Jerman Usir Suntuk atas Kegagalan 'Der Panzer'

Media Romadona, CNN Indonesia | Minggu, 01/07/2018 17:13 WIB
Cara Jerman Usir Suntuk atas Kegagalan 'Der Panzer' Ilustrasi. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendukung tim nasional Jerman harus sedih dan kecewa dalam Piala Dunia Rusia 2018, karena 'Der Panzer' kalah 0-2 dari Korea Selatan dalam pertandingan pada pekan kemarin.

Suasana muram tentu saja terasa di Berlin, ibu kota Jerman, yang menggelar banyak acara nonton bareng pada malam kekalahan itu.

Banyak penduduk Jerman yang sudah menduga akan nasib tragis timnasnya itu, karena menurut mereka pemain di bawah asuhan Joachim Löw memang tampil kurang sempurna.


Berbesar hati menjadi pilihan terbaik bagi penduduk Jerman agar tetap bisa menikmati hajatan sepak bola empat tahunan ini.

Saya sudah empat tahun bermukim di Berlin, tepatnya di area Pankow.

Bagi para 'party animal' Berlin adalah salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.

Kehidupan malam di sini sangat meriah dan beragam.

Tak cuma menyediakan musik berikut lantai dansa. Kelab malam di sini juga banyak yang menggelar acara bertema seru sehingga pengunjung memiliki banyak pilihan untuk menghabiskan malam.

Usai mendengar kabar timnasnya kalah, anak-anak muda di Berlin langsung menuju kelab malam dan berpesta semalam suntuk.

Tujuannya untuk melupakan kesedihan bahwa negaranya gagal jadi pemenang tahun ini.

Bagi yang tak gemar suasana kelab malam, ada juga bar atau festival yang digelar setiap akhir pekan di Berlin.

Pengunjung bisa menikmati alunan musik dari band atau sekadar berkeliling menyicipi wisata kuliner dari satu lapak ke lapak lainnya.

Festival juga banyak digelar di berbagai area, karena Piala Dunia 2018 bertepatan dengan musim panas.

Salah satunya yang diselenggarakan pekan ini ialah Bergmannkiezfes, sebuah festival jalanan tahunan terbesar sekaligus salah satu yang paling ditunggu-tunggu oleh publik Berlin.

Selain kongko, penduduk di sini juga gemar melakukan liburan singkat ke negara tetangga untuk mengusir suntuk. Polandia menjadi pilihannya, karena hanya butuh dua jam menumpang kereta untuk sampai ke sana.

Biayanya pun terhitung murah yakni sekitar 10 Euro (sekitar Rp168 ribu) per orang sekali jalan.

---

Surat dari Rantau adalah rubrik terbaru di CNNIndonesia.com. Rubrik ini berupa "curahan hati" dari WNI yang sedang menetap di luar negeri. Bisa mengenai kisah keseharian, pengalaman wisata, sampai pandangan atas isu sosial yang sedang terjadi di negara yang ditinggali. Jika Anda ingin mengirimkan cerita, sila hubungi surel berikut: ardita@cnnindonesia.com, ike.agestu@cnnindonesia.com, vetricia.wizach@cnnindonesia.com.

Kami tunggu!

(agr/ard)