Sebuah studi yang diinisiasi oleh perusahaan asuransi Cigna menemukan bahwa 'hanya' sebanyak 75 persen partisipan asal Indonesia yang mengatakan bahwa mereka merasa stres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei tersebut melibatkan 14.165 partisipan dari 23 negara dengan metode wawancara daring sepanjang Februari hingga Maret 2018.
Sekitar seribu diantaranya berasal dari Indonesia.
Tingkat stres yang rendah rupanya didukung dengan beragam cara partisipan untuk mengatasi stres.
Studi menyebut sebagian besar partisipan mengendalikan stres dengan mencurahkan keluhan pada teman atau keluarga.
Walau tingkat stres Indonesia terbilang rendah, tetapi skor kesejahteraan masyarakatnya malah menurun.
Tahun lalu dari survei serupa Indonesia memiliki skor 62,8. Sedangkan tahun ini sedikit menurun menjadi 61,0.
Skor pun berimbang dengan negara-negara Eropa seperti Perancis dan Spanyol.
Skor kesejahteraan ini diukur dengan lima aspek utama kesejahteraan yakni, fisik, keluarga, sosial, keuangan dan kerja.
Studi menemukan bahwa indikator sosial mengalami penurunan paling signifikan yakni sebanyak 8,4 poin.
Penurunan disebabkan antara lain, kurangnya waktu rekreasi dan menghabiskan waktu bersama teman.
(ard)