Waspada Kekurangan Kalium pada Ibu Hamil

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 09:13 WIB
Waspada Kekurangan Kalium pada Ibu Hamil ilustrasi ibu hamil (Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para ahli selalu menyarankan untuk memenuhi kecukupan gizi agar tubuh berfungsi normal, terlebih bagi ibu hamil.

Ibu hamil wajib mengonsumsi makanan sehat demi kesehatan dirinya dan janin di kandungannya. Salah satu elemen yang tak boleh ketinggalan adalah asupan kalium. 

Dokter spesialis kandungan, Riyan Hari Kurniawan menjelaskan kalium merupakan mineral sekaligus elektrolit yang penting untuk tubuh. Ia berperan dalam transmisi sinyal elektrik untuk kontraksi otot, transmisi impuls saraf dan fungsi jantung. 



"Pada umumnya, kadar kalium saat hamil menurun pada saat usia kehamilan pertengahan. Kekurangan kalium juga dapat terjadi pada kondisi mual muntah hebat di awal kehamilan," kata Riyan pada CNNIndonesia.com melalui surat elektronik pada Selasa (11/9). 

Saat hamil, kata dia, muntah berat atau morning sickness bisa berakibat pada kurangnya kadar kalium tubuh. Muntah membuat kalium terbuang melalui saluran cerna.

Kasus kekurangan kalium pada perempuan terjadi akibat konsumsi cola. Riyan berkata, kafein meningkatkan ekskresi kalium di ginjal lewat air seni atau terjadi diuresis. Kekurangan kalium pada ibu hamil bisa berakibat pada meningkatnya tekanan darah, perut kram, konstipasi atau susah buang air besar bahkan kelumpuhan usus.


"Dampak dari hipokalemia antara lain, kelemahan otot, kelumpuhan usus, gambaran elektrokardiografi (EKG) tidak normal, menurunnya respon refleks, kelumpuhan pernapasan, dan irama jantung yang tidak normal," imbuhnya. 

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk menjaga asupan kalium untuk tubuh. Riyan mengatakan diet harian yang direkomendasikan per hari untuk ibu hamil sebanyak 4,7 gram kalium. Sedangkan untuk ibu menyusui sebanyak 5,1 gram. 

Kalium tidak bisa diproduksi secara mandiri oleh tubuh, sehingga ibu hamil perlu mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalium tinggi. Riyan menuturkan kalium terdapat pada semua produk makanan yang berasal dari tanaman dan hewan. 

"Utamanya kalium terdapat di daging dan produk susu, susu dan produk susu, sayuran berdaun hijau dan sayuran tak berdaun, jamur, kacang-kacangan, kentang dan ubi jalar, buah-buahan seperti pisang, kiwi, jeruk dan alpukat," paparnya. (chs)