Lava Gunung Kilauea Ciptakan Pulau Baru

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 15:21 WIB
Lava Gunung Kilauea Ciptakan Pulau Baru Aliran lava Gunung Kilauea, Hawaii. (Foto: REUTERS/Terray Sylvester)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak bulan Mei 2018, Gunung Kilauea telah mendatangkan mimpi buruk bagi penduduk Lava yang keluar dari gunung berapi itu membanjiri sebagaian besar kawasan destinasi wisata favorit dunia.

Namun belum lama ini sebuah penampakan baru terjadi di kawasan pesisir Hawaii, sebuah pulau kecil tercipta akibat aliran lava itu.

Mengutip CNN, lembaga survei geologi Amerika Serikat (USSG) menyebutkan kehadiran pulau kecil itu disadari oleh para agen sejak Jumat (13/7) pagi.


Fenomena tersebut sebenarnya adalah hal yang tidak mengherankan, mengingat tekanan dari bawah laut membuat aliran lava menuju ke atas sehingga terbentuklah pulau kecil tersebut. Fenomena ini dinamakan Tumulus.

"Jika lava terus mengalir, maka ada kemungkinan pulau kecil tersebut akan beergabung dengan pulau utama. Dengan syarat tidak ada ombak skala besar yang datang dan menerjang aliran lava," ujar salah seorang agen USSG, seperti yang dikutip dari CNN, Selasa (17/7).

"Saat ini [luas] pulau tersebut hanya beberapa meter saja, tapi mungkin diameternya sudah lebih dari sembilan meter."

USSG tidak ambil pusing akan 'masa depen' pulau kecil ini, menurutnya itu wewenang penduduk lokal Hawaii untuk menamakan apalagi memamanfaatkannya.

Seperti yang diberitakan, insiden meletusnya Gunung Kilauea tidak membuat para pecandu adrenalin untuk berhenti, beberapa operator wisata mengemas paket 'lava tour' untuk menikmati pemandangan yang langka ini. Biasanya para wisatawan peserta tur lava menggunakan kapal untuk menikmatinya, namun tak jarang juga yang menggunakan helikopter agar bisa mengamati lebih dekat.

Belum lama ini, gumpalan 'bom lava' dari Gunung Kilauea menghantam sebuah kapal yang membawa sejumlah wisatawan yang menyaksikan aliran lava. 

Sedikitnya 23 turis yang ikut dalam 'tur lava' menderita luka-luka. Dari jumlah tersebut 13 di antaranya harus menginap di rumah sakit dan sisanya dirawat di pelabuhan. (agr)