Akan tetapi, banyak riset membuktikan suplemen atau vitamin tambahan tidak memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh. Bahkan beberapa jenis vitamin tambahan justru dapat membawa dampak buruk. Dikutip dari Business Insider, berikut lima jenis vitamin tambahan yang tak perlu dikonsumsi.
1. Multivitamin
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan beberapa studi menyarankan agar tidak mengonsumsi multivitamin secara berlebihan karena justru bisa membahayakan. Sebuah studi jangka panjang yang melibatkan 39 ribu perempuan lansia, menemukan mereka yang lebih dari 20 tahun mengonsumsi multivitamin memiliki risiko kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengonsumsi.
Maka disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang.
Lihat juga:Waktu Tepat Mulai Periksa Kesehatan Jantung |
Antioksidan yang biasa terdiri dari vitamin A, C dan E diyakini dapat melindungi tubuh dari kanker. Antioksidan banyak ditemukan pada sayur dan buah khususnya beri.
Namun, antioksidan justru bisa memberi dampak negatif pada tubuh terlebih jika dikonsumsi berlebihan. Sebuah tinjauan dilakukan pada 2007.
Percobaan dilakukan pada beberapa jenis antioksidan berbeda dan hasilnya orang yang mengonsumsi pil antioksidan lebih memungkinkan meninggal dengan beragam akibat daripada mereka yang tidak.
Lihat juga:5 Manfaat Sayur Bayam untuk Kulit |
Merasa tak enak badan? Sebaiknya tidak mengonsumsi vitamin C. Meski kadang jadi kebiasaan, tapi vitamin C terbukti tidak memberikan dampak signifikan pada tubuh saat sakit.
Seorang penulis dari tinjauan pada 2013 menemukan vitamin C tidak memiliki efek yang konsisten pada orang yang demam.
Di sisi lain, konsumsi vitamin C berlebih bisa membahayakan tubuh. Konsumsi dua ribu miligram vitamin atau lebih bisa meningkatkan risiko batu ginjal.
Lihat juga:7 Manfaat Sehat Makan Biji Nangka |
4. Vitamin B3
Vitamin B3 yang dikenal dengan sebutan niasin ini berfungsi untuk memulihkan tubuh dari beragam penyakit mulai dari alzheimer hingga penyakit jantung. Namun, konsumsi vitamin B3 berlebih juga tak baik untuk tubuh.
Sebuah tinjauan yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology menemukan bahwa niasin sebenarnya berhubungan dengan sedikit peningkatan risiko kematian dengan beragam penyebab.
Di samping itu, orang yang mengonsumsi vitamin B3 tambahan juga lebih berisiko mengalami infeksi, masalah liver dan pendarahan internal daripada partisipan yang mengonsumsi placebo atau pil tanpa kandungan apapun.
5. Vitamin E
Salah satu antioksidan, vitamin E dikenal berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan kanker. Hal ini dianggap benar hingga pada 2011 sebuah studi menekukan peningkatan risiko kanker prostat pada partisipan pria.
Oleh karena itu untuk menambah asupan vitamin E sebaiknya orang mengonsumsi salad bayam segar atau sayuran hijau lain daripada konsumsi pil vitamin E.
(age/arh)