Studi: Ibu yang Bekerja Berdampak Baik pada Kesuksesan Anak

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Senin, 23/07/2018 18:41 WIB
Studi: Ibu yang Bekerja Berdampak Baik pada Kesuksesan Anak Ilustrasi. (Foto: Anadolu Agency/Mustafa Öztürk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ibu yang bekerja sering kali kesulitan dalam membagi waktu antara bekerja dan merawat anak. Namun, di sisi lain, ibu yang bekerja ternyata memberikan dampak baik untuk kesuksesan anak ketika dewasa.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak perempuan yang dibesarkan dengan ibu yang bekerja cenderung tumbuh dan memiliki karier yang sukses.

Sedangkan, anak laki-laki dari ibu yang bekerja bakal menjadi orang dewasa yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk merawat keluarga.


"Anak perempuan lebih mungkin mendapatkan pekerjaan dan anak laki-laki lebih banyak menghabiskan waktu di rumah," kata pemimpin penelitian yang juga merupakan profesor di Harvard Business School Kathleen McGinn, dikutip dari CNN, Senin (23/7).


Hasil studi ini didapat setelah kelompok peneliti dari Amerika Serikat dan Inggris menganalis data dari lebih 100 ribu perempuan dan laki-laki di lebih dari 29 negara. Para peneliti melihat hubungan antara status pekerjaan ibu dengan kesuksesan anak saat beranjak dewasa.

Dengan menggunakan pengukuran data dari International Social Survey Programme, peneliti menemukan anak perempuan dari ibu pekerja memiliki kemungkinan 1,21 kali lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan dibandingan anak yang dibesarkan dari ibu yang tidak bekerja.

Selain itu, anak perempuan dari ibu yang bekerja juga 1,29 kali lebih bisa mengawasi orang lain di tempat kerja. Mereka juga bekerja 44 menit lebih lama di tempat kerja serta melaporkan pendapatan yang lebih tinggi tiap tahunnya.

Sementara pada laki-laki, pekerjaan ibu tidak berpengaruh signifikan terhadap pekerjaannya.


Namun, pria yang dibesarkan oleh ibu yang bekerja menghabiskan waktu sekitar 50 menit lebih banyak untuk merawat keluarga mereka dibandingkan laki-laki dari ibu yang tidak bekerja. Mereka juga terlibat sedikit lebih banyak dalam pengasuhan anak.

Di sisi lain, hasil penelitian ini tidak meneliti soal manfaat lebih dari ibu yang tidak bekerja.

"Penelitian ini tidak mengatakan bahwa anak-anak dari ibu yang bekerja adalah orang yang lebih bahagia atau lebih baik, dan tidak mengatakan ibu yang bekerja lebih baik," ucap McGinn.

Selain itu, peneliti menyatakan studi ini memiliki keterbatasan pada data survei yang dilaporkan sendiri. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengevaluasi perubahan yang berlangsung. (agr)