Mengenal Bahaya dan Penanganan Overdosis

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 25/07/2018 12:27 WIB
Mengenal Bahaya dan Penanganan Overdosis Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi Lovato baru saja dilarikan ke rumah sakit lantaran diduga mengalami overdosis heroin. Beberapa waktu terakhir, pelantun hit Skyscraper itu memang mengaku tengah kecanduan alkohol dan obat-obatan atau narkotik.

Overdosis, seperti yang dialami Lovato, merupakan efek samping serius yang timbul akibat menyalahgunakan obat-obatan ilegal dalam jumlah yang berlebihan.

Sebuah situs penanganan overdosis di Amerika Serikat, Drug Abuse, menjelaskan overdosis biasanya terjadi dipicu karena mengonsumsi obat yang diresepkan dalam jumlah yang berlebihan demi mendapatkan hasil tertentu atau menyalahgunakan obat ilegal seperti heroin atau kokain demi mendapatkan reaksi yang berlebihan.




American Addiction Centers menjelaskan overdosis terjadi karena tubuh tidak dapat lagi mentoleransi dosis obat yang dikonsumsi.

Akibatnya, dosis obat yang masuk ke dalam tubuh dianggap sebagai racun yang mengakibatkan tubuh bereaksi hebat untuk kembali mendapat keseimbangan.

Pada kondisi yang parah, ketika tubuh tak dapat melawan obat yang masuk, bahaya kematian dapat terjadi pada penderita overdosis dalam kurun waktu yang singkat.

Gejala Overdosis

National Council on Alcoholism and Drug Dependence (NCADD) menjelaskan gejala dan tanda pada seseorang yang mengalami overdosis sangat beragam tergantung dari jenis obat yang dikonsumsi.


Beberapa gejala umum yang terjadi pada seseorang yang mengalami overdosis biasanya meliputi pupil yang membesar, berjalan tidak stabil, sakit dada, kesulitan bernapas, bibir biru, mual, dan muntah.

Pada tahap lanjut, gejala yang timbul dapat berupa suhu tumbuh yang tinggi, tremor, hilang kesadaran, dan berujung kematian.

Penanganan Overdosis

Jika menemukan seseorang yang mengalami overdosis, penanganan cepat sangat dibutuhkan agar tidak berjung pada kematian.

Penanganan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan menghubungi rumah sakit atau ambulans di 118 dan 119 (Indonesia).


Sembari menunggu petugas kesehatan, NCADD menyatakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada orang yang overdosis adalah dengan memeriksa napas dan detak jantung. Jika orang itu dalam keadaan sadar, mintalah untuk tetap tenang.

Pemberian obat untuk menangani overdosis juga dapat dilakukan sesuai arahan petugas kesehatan. Pada kasus Lovato, ia sempat diberi Narcan sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Salah satu cara untuk menghindari overdosis adalah tidak menyalahgunakan konsumsi obat-obatan yang diresepkan dan tidak mengonsumsi obat ilegal atau narkotik.

Jika Anda mengalami kecanduan obat-obatan segera mendapatkan perawatan dan dapat menghubungi konseling masalah kejiwaan Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kemenkes RI: Hotline 500-454.

(agr)