Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, yang diwakili Asisten Deputi Strategi Komunikasi Kemenpar Hariyanto, IMT-GT merupakan kelompok subregional ASEAN. Tujuannya untuk meningkatkan perkembangan ekonomi di 32 wilayah tiga negara, yakni 10 provinsi di Indonesia, delapan negara bagian di wilayah utara Malaysia, dan 14 provinsi di wilayah selatan Thailand.
"Kegiatan ini akan semakin meningkatkan citra pariwisata Indonesia. Terlebih Aceh memiliki potensi wisata bahari yang harus dipromosikan. Sehingga ini juga merupakan kesempatan untuk menjaring target wisatawan potensial," ujar Hariyanto di Banda Aceh, Jumat (27/7).
Lihat juga:Yang Baru di Dieng Culture Festival 2018 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan lainnya, ada bisnis marine tourism yang menghubungkan tiga marina yang ikut dibidik. Sasarannya, mengarah pada poros Phuket, Langkawi dan Sabang. Tiga titik ini, akan didorong menjadi Triangular Sailing Passage atau segitiga emas," ujar Hariyanto.
"Saya mengusulkan, paling tidak untuk permulaan agenda yang jelas dan program kerja, pertemuan para ketua dan para gubernur harus dirumuskan," kata Nova.
Nova meyakini pertemuan IMT-GT akan menjadi platform yang sangat baik untuk kerjasama kedepan, khususnya bagi Aceh.
Kesempatan ini, kata Nova, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama dan promosi wisata bahari segitiga emas Saphula.
"Secara spesifik misalnya, pendirian Yacht Club di Phuket, kemudian di Sabang dan Langkawi, nanti mereka inilah yang akan mempromosikan tiga lokasi tersebut ke dunia Internasional," ujar Nova.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kerjasama IMT-Gt ini. Menurutnya pertemuan kali ini dapat menjadikan Sabang sebagai international hub. Salah satunya adalah dengan memiliki acara rutin dari Segitiga Phuket-Langkawi-Sabang.
"Kami sudah bersepakat untuk kerja sama dengan marina di Phuket dan Langkawi. Mimpi besarnya membuka rute segitiga dengan Sabang. Itu harus kita sukseskan," kata Arief Yahya. (stu)