Korban Pencurian, Peraih 'Nobel Matematika' Dapat Medali Baru

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 05/08/2018 05:18 WIB
Korban Pencurian, Peraih 'Nobel Matematika' Dapat Medali Baru Ilustrasi matematika. (Foto: morgueFile/cohdra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Profesor Caucher Birkar, pengungsi Kurdi pemenang 'Nobel Matematika' yang medalinya dicuri tak lama setelah menerima penghargaan itu di Rio de Janeiro, Brasil, akan diberikan medali pengganti.

Birkar adalah Profesor Matematika dari Universitas Cambridge, Inggris. Dia bersama tiga orang lainnya menerima Medali Field pada Rabu lalu. Medali berlapis emas 14 karat itu kerap disejajarkan dengan Medali Nobel Prize.

Tak kurang dari satu jam setelah mendapat medali Birkar kehilangan tas yang berisi medali itu. Saat tas ditemukan di gedung tempat berlangsungnya acara itu, medali emas tersebut ternyata telah raib.


"Pada hari Sabtu dia akan menerima medali yang sama dengan medali yang dicuri," kata seorang juru bicara Kongres Internasional Matematika yang menyelenggarakan acara penghargaan.

Bagi Brasil, insiden yang dialami Birkar jelas menjadi hal memalukan. Terlebih Brasil menjadi negara Amerika Latin pertama yang mendapat kepercayaan menghelat acara bergengsi tersebut yang digelar setiap empat tahun sekali.

Panitia menyebut medali cadangan untuk Birkar sudah disiapkan. Yang dibutuhkan tinggal menggurat nama Birkar di medali tersebut.

Birkar memenangkan penghargaan tersebut bersama tiga matematikawan lain yakni Alessio Figalli, Peter Scholze dan Akshay Venkatesh.

Lahir di sebuah desa di provinsi etnis Kurdi di Marivan, dekat perbatasan Iran dan Irak, Birkar menyebut Kurdistan adalah tempat yang tak bersahabat bagi anak-anak yang ingin mengembangkan ketertarikan terhadap matematika.

Dia pun mengatakan penghargaan itu sebagai dongeng yang menjadi kenyataan bagi orang-orang Kurdi yang selalu terpojok.

"Saya berharap berita ini akan memberikan senyum di wajah 40 juta warga Kurdi," katanya.

(wis)


ARTIKEL TERKAIT