Pendidikan Seks untuk Anak dengan Main Kartu

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 00:24 WIB
Pendidikan Seks untuk Anak dengan Main Kartu Ilustrasi. Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Seksual masih menjadi barang tabu untuk dibicarakan, apalagi pada anak-anak. Padahal, konten berbau seksual dalam berbagai medium semakin banyak mengintervensi masyarakat di zaman kiwari. Pendidikan seksual sejak dini seyogianya menjadi hal yang kudu diperhatikan.

Tak mudah memang untuk memberikan pendidikan seksual pada anak seumur jagung. Namun, beberapa cara yang lebih halus dan renyah bisa jadi pilihan.

Tengok saja aksi sebuah lembaga pendidikan anak usia dini di Jepang. Terakoya Kids meluncurkan program khusus pendidikan seksual bagi anak dengan menggunakan permainan kartu bergambar binatang. Permainan ini bertujuan untuk mengurangi kejahatan seksual pada anak yang marak terjadi di jepang.



Dalam gim ini, sekitar 10 anak berusia 4-10 tahun bakal memainkan kartu bergambar binatang itu dipandu oleh seorang suster yang ahli.

Kartu itu dicetak dengan ilustrasi 17 jenis hewan, baik jantan dan betina. Mulai dari ikan, lumba-lumba, siput, jerapah, hingga gajah. Ada pula kartu yang menunjukkan persetubuhan antara hewan-hewan berbeda jenis kelamin itu.

Anak-anak diminta untuk mencocokan dua jenis kelamin yang berbeda dari binatang yang sama, termasuk kartu binatang yang sedang kawin. Anak-anak juga harus meneriakkan kata 'menghamili' untuk mendapatkan poin usai memasangkan kartu.

Sora News 24 melaporkan, anak-anak yang mengikuti program pendidikan seksual ini awalnya merasa malu. Namun, perlahan mereka mulai menikmati permainan.


Setelah permaian usai, suster juga menyuruh anak-anak menyanyikan lagu tentang pakaian yang menutupi bagian penting dari tubuh mereka. Nyanyian itu diikuti dengan tindakan yang membuat anak-anak sadar terhadap bagian tubuh mereka.

Pendidikan seksual dengan menggunakan kartu gambar binatang ini juga menuai pro dan kontra. Beberapa pihak berkomentar anak-anak seharusnya diajarkan dengan cara yang lebih normal.

Namun, Terakoya Kids tetap berpendapat cara ini efektif bagi anak untuk mengetahui organ tubuh yang mesti dilindungi dari penjahat seksual. (asr/chs)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA