Namun, program diet itu tak berlaku bagi beberapa orang. Meski ketat menjalani aturan-aturan diet, berat badan tak kunjung turun. Salah satu penyebabnya adalah bakteri usus yang ada di dalam perut.
Studi teranyar menyebutkan bahwa masalah turunnya berat badan tak melulu soal terbakarnya kalori dalam tubuh sebagaimana yang selama ini digembar-gemborkan program, melainkan juga karena faktor bakteri usus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengenal 'Food Coma' dan Cara Mengatasinya |
"Studi ini memberi tahu kita bahwa bakteri usus memegang peranan penting dalam penurunan berat badan, setelah faktor gaya hidup dan diet tentunya," ujar pakar gastroentrologi dari Mayo Clinic, Minnesota, AS, Purna Kashyap, melansir LiveScience.
Dalam studi ini, peneliti menganalisis data dari 26 orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Mereka mengikuti serangkaian program seperti diet, olahraga, dan perubahan gaya hidup untuk membantu menurunkan berat badan.
Sementara itu, peneliti juga menganalisis sampel tinja para partisipan yang dikumpulkan pada awal penelitian dan tiga bulan setelahnya selama menjalani program tersebut.
Lihat juga:Vegan, Diet Paling Populer di Media Sosial |
Di antara kelompok penurun berat badan yang 'berhasil', peserta kehilangan rata-rata 17,4 lbs (7,9 kilogram). Sedangkan kelompok yang 'gagal' kehilangan 3,3 lbs (1,5 kilogram).
Selanjutnya, dengan menggunakan sampel tinja, para peneliti menganalisis mikrobioma usus peserta untuk mengetahui gen bakteri yang memainkan peran dalam memecah karbohidrat. Mereka menemukan bahwa dalam kelompok penurunan berat badan yang 'gagal' ada peningkatan jumlah gen bakteri apabila dibandingkan dengan kelompok penurunan berat badan yang 'berhasil'. (bel/asr)