Usir Hawa Gerah, Warga Shanghai Bermalam di Pinggir Jalan

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 10:29 WIB
Sekitar pukul 4 pagi pemandangan warga Shanghai yang tidur di tempat-tempat terbuka menjadi pemandangan unik. Warga kota Shanghai yang memilih tidur di ruangan terbuka. (AFP PHOTO / Johannes EISELE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelombang panas juga tengah melanda Shanghai, China. Tapi ada saja cara untuk bertahan dalam suhu gerah itu, salah satunya dengan bermalam di ruangan terbuka.

Berlokasi di Nanjing East Road, kawasan perbelanjaan teramai di Shanghai, sejak sore hari banyak warga yang sudah menempati bangku-bangku taman yang disediakan.

Tak sedikit pula yang membawa bangku lipat atau koran bekas dari rumahnya.


Semuanya dilakukan demi tidur lelap di bawah bintang sambil berharap angin sejuk bertiup.

Kota yang dihuni oleh 24 juta jiwa ini sedang dilanda gelombang panas sejak beberapa minggu yang lalu.

Pada Kamis (9/8) suhu udara tercatat 35 derajat Celcius.  

Shanghai memang terkenal sebagai kota yang modern. Namun sudah menjadi rahasia umum kalau banyak juga pemukiman kelas menengah ke bawah yang "menjajah" kawasan ini.

Banyak hotel berbintang lima, tapi banyak juga rumah sangat sederhana yang bahkan tak memiliki pendingin udara.

Tarif listrik yang mahal membuat mereka harus berdamai dengan hawa gerah setiap harinya, terutama pada musim panas.

Sekitar pukul 4 pagi pemandangan warga Shanghai yang tidur di tempat-tempat terbuka menjadi pemandangan unik.

Bukan cuma satu atau dua, melainkan ada ratusan orang yang sedang terlelap.

Banyak juga yang memawa serta keluarga beserta anaknya.

Para lelaki biasanya tidur tanpa mengenakan atasan. Tak sedikit dari mereka yang tidur sambil mendengkur.

Para petugas keamanan toko-toko mewah yang ada di kawasan itu tetap terjaga sembari memantau situasi.

Di tengah dini hari mereka memejamkan mata sambil menikmati semilir angin dari Sungai Huangpu.

Selain alas tidur dan selimut, mereka yang memilih taman sebagai peraduannya selama musim panas tak lupa membawa bekal sarapan: air putih dan roti kukus khas China.

Jika malam hari taman ditiduri warga, maka pada siang hari toko-toko yang berada di Nanjing East Road diserbu warga yang ingin merasakan pendingin udara.

Toko perkakas IKEA ikut diserbu warga yang ingin merebahkan diri di bangku atau kasur yang dijual.

Tercatat suhu udara di Shanghai semakin memanas. Tahun lalu suhu di bulan Juli tercatat sampai 40,9 derajat Celcius.

Badan Meteorologi China juga mencatat bahwa gelombang panas terjadi semakin sering.

(ard)