Pariwisata Lombok Ditargetkan Pulih dalam Satu Minggu

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 10:10 WIB
Pariwisata Lombok Ditargetkan Pulih dalam Satu Minggu Lombok merupakan satu dari 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seluruh stakeholders pariwisata akan bergandengan tangan memulihkan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok Utara. Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) bahkan optimistis kondisi akan normal kembali dalam waktu seminggu.

Ketua ASITA NTB Dewantoro Umbu Joka mengatakan, memang terjadi pembatalan kunjungan dari wisatawan untuk 4-5 hari ke depan, namun setelah itu dia berharap tidak ada lagi pembatalan pemesanan.

"Kami bisa memaklumi bila ada pembatalan saat ini. Namanya juga bencana alam. Namun pemesanan untuk dua minggu sesudahnya semoga tidak ada pembatalan. Kami juga terus proaktif menyampaikan informasi valid kepada calon wisatawan," ujar Dewantoro, Senin (6/8).


Sebab itu, lanjut Dewantoro, pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga Pemerintah untuk mendapatkan informasi terbaru. Hal ini juga untuk menangkal kabar bohong dari orang yang tidak bertanggung jawab yang beredar.

"Setiap hari kami tongkrongin crisis center Kementerian Pariwisata yang ada di Dinas Pariwisata NTB dan kami pantau terus informasi-informasi dari BMKG dan kepolisian," ungkapnya.

Dewantoro melanjutkan, optimisme ini dilandasi dari informasi valid, dan karena infrastruktur objek-objek wisata hanya mengalami kerusakan ringan.

"Kami sudah mendapatkan informasi bahwa infrastruktur di objek wisata tidak begitu parah. Baik itu aksesnya maupun fasilitasnya," ujar Dewantoro.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan terus mempromosikan wisata yang ada di NTB. Demikian pula agenda-agenda atraksi yang akan digelar di NTB yang belum mengalami perubahan jadwal dan lokasi.

"Nanti kami akan lanjut berpromosi dan jualan paket ke calon wisatawan. Dengan terus berkoordinasi bersama crisis center tentunya. Memang ada sejumlah agenda MICE yang dialihkan ke Makassar saat ini. Namun untuk agenda atraksi wisata belum ada perubahan," ujarnya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, juga merespons cepat bencana gempa di Lombok dengan mengaktivasi Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Crisis Center ini bertugas memantau Akses, Amenitas dan Atraksi (3A) yang terkait langsung dengan para wisatawan di Lombok dan Bali.

"Kami akan terus memberikan informasi terkini tentang segala situasi yang terjadi di Lombok dan Bali. Kami meminta agar masyarakat tetap tenang," ujar Menpar Arief Yahya.

(vws)