Penyebab Kanker Payudara dalam Kehidupan Sehari-hari

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 14/08/2018 17:45 WIB
Penyebab Kanker Payudara dalam Kehidupan Sehari-hari Kelebihan berat badan, konsumsi rokok dan alkohol, hingga pilihan tak memiliki anak jadi pemicu meningkatnya risiko kanker payudara. Foto: CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meramalkan Indonesia bakal mengalami peningkatan jumlah pasien kanker payudara hingga tujuh kali lipat pada tahun 2030 mendatang. Ramalan WHO itu seyogianya menjadi 'alarm' bagi masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat.

Penyebab kanker payudara lekat dengan keseharian. Gaya hidup maupun kebiasaan sehari-hari tanpa disadari memicu tumbuhnya sel-sel kanker dalam payudara.

American Cancer Society menyatakan bahwa faktor risiko pemicu kanker payudara berasal dari perilaku atau pola hidup yang tak sehat. Beberapa di antaranya terkait kebiasaan pola makan dan berolahraga. Selain itu, pilihan gaya hidup seperti keputusan tidak memiliki anak dan penggunaan obat juga menjadi penyebab.



Berikut merupakan gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang memicu risiko kanker payudara.

1. Kelebihan berat badan

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Pasalnya, perempuan dengan obesitas memiliki tingkat insulin yang tinggi dan dikaitkan dengan kanker payudara.

Risiko kanker payudara cenderung meningkat setelah seorang wanita memasuki masa menopause. Pada masa itu, tubuh wanita memproduksi estrogen dari jaringan lemak dalam kadar berlebih. Hal itu bisa jadi pemicu meningkatnya risiko kanker payudara.

Mengutip cancer.org, American Cancer Society merekomendasikan publik untuk tetap menjaga berat badan dengan cara menyeimbangkan asupan makanan dan aktivitas fisik.

2. Jarang olahraga

Beragam penelitian membuktikan bahwa berolahraga secara teratur dapat meningkatkan risiko kanker payudara, utamanya pada wanita yang telah melewati masa menopause.


Aktivitas fisik ini memberikan pengaruh besar pada berat badan, hormon, dan keseimbangan energi dalam tubuh. Akibatnya, orang yang jarang berolahraga punya risiko tinggi terkena kanker payudara lantaran adanya ketidakstabilan berat badan dan hormon dalam tubuh.

Orang dewasa disarankan untuk melakukan aktivitas fisik selama 150 menit dalam sepekan.

3. Merokok dan konsumsi alkohol

Merokok terbukti meningkatkan risiko berkembangnya beragam kanker, termasuk salah satunya kanker payudara. Hal yang sama juga berlaku bagi kebiasaan konsumsi alkohol berlebih.

Semakin banyak konsumsi rokok dan alkohol, maka semakin tinggi risiko kanker payudara.


Seseorang yang mengonsumsi alkohol 2-3 gelas sehari memiliki risiko kanker payudara 20% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak meminum alkohol.

4. Tidak memiliki anak

Keputusan seorang wanita untuk tidak memiliki anak atau menunda kehamilan pada usia 30 tahun ke atas berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara. Sebaliknya, hamil beberapa kali atau mengandung saat usia muda justru bisa mengurangi risiko kanker payudara.

5. Kontrol kelahiran

Penggunaan kontrol kelahiran hormonal disebut mampu meningkatkan risiko kanker payudara. Sebut saja kontrasepsi oral, implan, hingga IUD yang dapat meningkatkan hormon pemicu kanker payudara.

Selain itu, penggunaan terapi hormon pasca-menopause juga memengaruhi risiko kanker payudara. Terapi ini biasanya banyak dilakukan wanita untuk meringankan gejala menopause dan mencegah osteoporosis. (asr/chs)